logo

Ahli Waris Curiga, Oknum BPN Tangsel Terlibat Penerbitan HGB Bodong

Ahli Waris Curiga, Oknum BPN Tangsel Terlibat Penerbitan HGB Bodong

Yatmi (jilbab), ahli waris, berada di Kantor BPN Tangsel
14 September 2018 21:45 WIB

Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ahli waris tanah seluas 11.200 m2 di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, mencurigai ada keterlibatan oknum BPN Tangsel dalam penerbitan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang dimiliki PT Jaya Real Property (JRP).

Kuasa ahli waris penuh Poly Betaubun mengatakan tanah tersebut merupakan milik (alm) Alin bin Embing. “Ahli warisnya Ibu Yatmi,” kata Poly di Kantor BPN Tangsel, Jalan Letnan Sutopo, Lingkar Timur BSD, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Jumat (14/9/2018). 

Kata Poly, PT JRP menguasai tanah tersebut dengan bermodalkan sertifikat HGB yang diterbitkan BPN Tangsel dan digunakan untuk kepentingan Mal Xchange Bintaro.

Dia mempertanyakan bagaimana BPN Tangsel bisa menerbitkan sertifikat HGB padahal tidak memiliki dasar yang kuat.“Kelurahan Pondok Jaya dan Kecamatan Ciledug menyatakan bahwa tanah tersebut sah milik (alm) Alin bin Embing, tidak pernah diperjualbelikan atau dialihkan kepemilikannya,” jelas Poly.

“Itu artinya, sertifikat HGB yang diterbitkan BPN Tangsel bodong dan bermasalah, karena tidak ada surat rekomendasi dari kelurahan atau kecamatan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, lanjut Poly, pihak Wali Kota Tangsel juga mengakui bahwa kasus perampasan tanah ini terjadi akibat perilaku pejabat terdahulu. Poly pun menyarankan agar BPN Tangsel memperhatikan fakta-fakta yang ada dan segera menganulir sertikat HGB yang dimiliki PT JRP.Poly juga mempertanyakan sikap BPN Tangsel yang tidak konsisten. 

Sebelumnya, melalui Kasie Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan, Kadi Mulyono, BPN Tangsel memerintahkan agar dilakukan pengukuran, namun di kemudian hari sikapnya berubah.

“Saya curiga, BPN Tangsel berubah sikap setelah mendapat kiriman WhatsApp dari pihak PT JRP yang isinya menolak dilakukan pengukuran. WhatsApp itu dibacakan di hadapan kami dan ada rekaman videonya,” ucap Poly.

Poly menceritakan, sebelumnya lokasi tanah tersebut berada di lingkungan Kecamatan Ciledug, dan ketika terjadi pemekaran beralih ke Kecamatan Pondok Aren.

Sedangkan di pertemuan tadi, kepada BPN Tangsel, ahli waris menegaskan pengukuran harus dilakukan untuk memastikan pemilik sah tanah tersebut, (alm) Alin bin Embing atau PT JRP.

Apalagi, kata Poly, ahli waris telah memenuhi seluruh persyaratan agar bisa dilakukan pengukuran, di antaranya menyerahkan sertifikat kepemilikan yang sah.

“Kami juga sudah membayar administrasi untuk melakukan pengukuran ulang. Dengan begitu tidak ada alasan bagi BPN untuk tidak melakukan pengukuran seperti yang diinginkan PT JRP,”  Poly menegaskan.