logo

Tak Logis, Hartono Tanuwidjaja Pertanyakan Keterangan Saksi

Tak Logis, Hartono Tanuwidjaja Pertanyakan Keterangan Saksi

advokat Hartono Tanuwidjaja SH MSi MH
14 September 2018 19:13 WIB

Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Advokat senior Hartono Tanuwidjaja SH MSi MH mempertanyakan keganjilan keterangan saksi Renny Winata tersebut. Sebab Sonya menjadi Direktur PT Sai Tech (ST) selama 11 tahun berturut-turut tapi tidak pernah ke kantor dan gajinya disetorkan ke rekening tergugat (Vimal)

"Aneh rasanya jika Sonya tidak pernah datang ke kantor PT ST. Bukankah dia pimpinan perusahaan itu, yang mengatur jalannya perusahaan dan pelaksanaan pekerjaan karyawannya." ungkap Hartono, penasihat hukum tergugat Vimal, di Jakarta, Jum'at (14/9/2018).

"Saksi Renny itu bohong. Sonya datang ke kantornya paling tidak satu kali dalam seminggu, bawa makanan, dan rapat dengan team untuk bahas update finance usaha PT ST,” ujar tergugat Vimal. 

Disebut-sebut dalam kurun waktu 10 tahun Sonya kerap menandatangani Perjanjian Kredit (PK) di Maybank tanpa membaca dan memahami secara rinci isi dari perjanjian tersebut. 

Sidang perebutan harta gono-gini pasangan suami-istri  eks bos Mega Kreasi Film (MKF) Sonya Shankardas Samtani - Vimal Indru Kumar, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat semakin menarik perhatian. Nilai harta yang akan dibagi dua insan yang pernah menikah selama 25 tahun itu pun semakin membengkak bersamaan dengan munculnya dugaan aset yang selama ini disembunyikan.

Total nilai aset kini ditaksir mencapai Rp350 miliar. Bahkan kemungkinan besar lebih dari jumlah itu. Aset-aset tersebut dalam bentuk berupa unit apartemen mewah di bilangan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, serta sejumlah ruko di pusat perbelanjaan Mangga Dua Square, serta Studio di atas tanah 3150 m2 di kawasan Tangsel, belum terhitung berupa benda bergerak sejumlah mobil mewah BMW serie 7, dan  perhiasan emas dan berlian miliaran rupiah serta sejumlah rekening di bank juga berisi miliaran rupiah pula.

Pertambahan nilai aset ini diketahui dari saksi yang sebelumnya ditampilkan penggugat (Sonya) ke persidangan. Saksi-saksi penggugat ini kerap tidak mendukung gugatan, malah cenderung ke tergugat sesuai fakta dan kenyataan yang ada.  

Namun saksi Renny sedikit berbeda. Dia  menyebutkan bahwa bisnis PT Sai Tech (ST) legal dan dicatat ke dalam pembukuan, tapi ada juga bisnis PS Game yang tidak lapor pajak.

Saksi mengaku dirujuk oleh alm Soebagio Samtani untuk bekerja di PT ST sebab ada lowongan bidang Accounting  Finance pada saat itu. Saksi kemudian mengajukan lamaran dan ketemu dengan Vimal Kumar yang disebut oleh saksi sebagai pimpinan tertinggi di PT ST

Saksi mengaku pernah membaca Akta Pendirian PT ST .ada nama Ny Sonya Shankardas Samtani menjabat sebagai Direktur, dan  Ny. Gul Shankardas sebagai Komisaris..Saksi juga tahu perizinan PT ST ada tertulis di dalam TDP + SIUP Penanggung Jawab  Ny Sonya Shankardas Samtani

Saksi menyebutkan hutang PT ST ke Maybank (dh. BII) awalnya hanya Rp3 miliar kemudian tambah Rp 11 miliar dengan jaminan aset  pribadi atas nama Sonya Shankardas Samtani, antara lain 1.Wisma Eka Jiwa Lt 6 No 6 + No 7 (An. Vimal Kumar Indru Mukhi), 2.Toko + Ruko di Mangga Dua  Suare, 3.Rumah Sunter Garden  4. Apartemen. Mitra OASIS

"Saldo hutang PT ST tersebut hingga tahun 2012 masih dicatat di pembukuan dan masih belum lunas ke bank." kata Renny dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Saksi juga menyebutkan Ny Sonya Shankardas Samtani  pernah tandatangani Perjanjian Kerjasama PT ST dengan PT Sonny.sedangkan Perjanjian Kerjasama lain dengan Samsung dan Toshiba ditandatangani oleh pihak lain (Vimal Kumar dan Imelda).

Saksi ini menyebutkan pula bahwa Ny. Sonya Shankardas Samtani tidak pernah ikut datang ke kantor PT ST untuk urus bisnis, semua dihandle oleh Vimal Kumar (tergugat). Tapi kalau perlu tandatangan Sonya, saksi segera cari Sonya ke kantor PT Rapi Film yang terletak di kawasan Cikini Jakarta Pusat.

Renny menjelaskan bahwa Sonya ambil gaji dari PT ST setiap bulan kemudian disetor ke rekening Vimal Mukhi. Namun menurut pengakuan Vimal,  Sonya justru pegang ATM dari rekeningnya (Vimal).

Sejak awal agaknya  Sonya melalui kuasa hukumya Malik Bawazier, berambisi untuk bisa mendapatkan aset yang diinginkan atau bebas tanpa tanggungan. Sedangkan aset yang telah dijaminkan ke Maybank diupayakan menjadi tanggung jawab Vimal sebagai mantan suaminya.

Namun upaya Sonya ini agaknya bakal menghadapi sandungan-sandungan. Justru aset yang berusaha disembunyikan bakal bisa diungkap ke permukaan. Selain tanah juga kemungkinan perhiasan emas dan berlian senilai miliaran rupiah.

 

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH