logo

Peras Kades, Ketua LSM Diringkus

Peras Kades, Ketua LSM Diringkus

Istimewa
14 September 2018 18:57 WIB

Penulis : Andira

SuaraKarya.id - LAMONGAN: Seorang ketua sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Lamongan diringkus polisi karena tersandung kasus pemerasan terhadap kepala desa. Tersangka Ketua LSM Ilham Nusantara berinisial CA (41) yang warga Desa Petung, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik itu diamankan saat sedang mengendarai mobilSuzuki Ertiga  yang baru dibelinya, di wilayah Gresik.

Menurut Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, tersangka sudah lama masuk daftar pencarian orang (DPO) berdasarkan keterangan dua anak buahnya yang lebih dulu ditangkap. "Kami berharap warga masyarakat yang merasa pernah ditipu pelaku untuk segera melapor ke polisi," ujarya, Jumat, (14/9/2018).

Sebelumnya, kedua anak buah pelaku, Asikin (40) dan Sudi Harsono (43) diringkus karena memeras Nurul Aziz, Kepala Desa Tambakmenjangan Kecamatan Sarirejo, Lamongan. Berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan, kedua anggota LSM itu mengaku hanya melakukan sesuai perintah CA.

Dalam aksinya, kedua pelaku ini mempersoalkan program pertanahan nasional (Prona) 2017 yang sedang dilaksanakan oleh Kepala Desa Nurul Aziz. LSM itu menuding kepala desa melakukan pungutan liar (Pungli) untuk program Prona yang seharusnya tidak dipungut biaya.

Belakangan diketahui, pelaku ini juga diduga sering mendatangi desa-desa para kades di Lamongan, yang sedang melakukan pembangunan proyek tertentu. Mereka yang melihat ada proyek yang menyalahi aturan, mengancam akan melaporkan kasusnya itu ke polisi dan kejaksaan.

Selanjutnya mereka meminta imbalan uang agar temuannya itu tidak dilaporkan ke pihak berwenang. "Seharusnya LSM hanya memantau dan melaporkan temuannya ke pihak yang berwenang, tapi mereka ini malah berhubungan langsung dengan Kepala Desa," ujarnya.

Kepada polisi, CA mengaku baru sekali melakukan pemerasan. Tapi polisi menerima banyak informasi tentang beragam pemerasan yang telah dilakukan kawanan ini.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan mobil baru Suzuki Ertiga yang dikendarai CA. Oleh polisi, tersangka akan dijerat pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.***

 

 

Editor : Laksito Adi Darmono