logo

Asian Games 2018, Unjuk Kekuatan Indonesia Menjadi Negara Maju

Asian Games 2018, Unjuk Kekuatan Indonesia Menjadi Negara Maju

12 September 2018 15:12 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Atal S Depari

Trust! Inilah sebenarnya sukses terbesar Indonesia di percaturan Asian Games 2018 yang baru saja usai. Sebagai tuan rumah, Indonesia bukan saja sukses dari sisi penyelenggaraan namun juga dari segi prestasi. Efeknya, Indonesia makin dipercaya dunia internasional.

Dengan meraih peringkat ke-4 dalam perolehan medali emas Asian Games 2018, nama besar Indonesia praktis makin berkibar. Indonesia pun makin disegani bukan hanya di kancah Asia Tenggara namun juga di kancah Asia, bahkan dunia.

Dengan asumsi olahraga menunjukkan kemajuan dan kekuatan suatu bangsa maka posisi tersebut tentu tak boleh dipandang sebelah mata. Karena, bagaimanapun prestasi peringkat empat besar Asia ini menunjukkan potensi NKRI di mata dunia. Artinya, Indonesia memiliki kemampuan besar bisa menjadi negara maju nomor empat di Asia, bukan hanya dari kacamata prestasi olahraga namun juga dari sisi kedaulatan negara, kekuatan militer, budaya dan ekonomi.

Di tengah kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu - yang ditandai dengan melemahnya mata uang di negara-negara berkembang termasuk rupiah akibat dampak dari kebijakan Bank Sentral AS, The Fed dan perang dagang AS-China -,  nyatanya Indonesia membuktikan mampu menggelar Asian Games 2018 dengan baik.

Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games XVIII secara resmi oleh Dewan Eksekutif Dewan Olimpiade Asia pada 19 September 2014 untuk menggantikan Vietnam pun, dapat dijawab lewat penyelenggaraan yang sukses gilang-gemilang.

Tak pelak, puja-puji dan apresiasi dari berbagai pihak sempat mengalir ke pihak Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Terakkhir, hal ini terungkap ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan lawatan ke Korsel, Senin (10/9/2018).

Dalam pertemuan bisnis dengan para pengusaha Korsel di Berkeley Suite, Hotel Lotte Seoul, Senin, 10 September 2018, para pengusaha Korsel mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan Asian Games 2018. Mereka adalah CEO Posco Choi Jeong-woo, Chairman CJ Group Kyung-shik Sohn, Vice Chairman Lotte Group Kag-gyu Hwang,  dan Vice Chairman Hyundai Motor Company Chung Eui-sun.

Oh-Joon Kwon, salah satu pimpinan Posco Choi, bahkan memberikan selamat atas prestasi yang ditorehkan kontingen Indonesia yang berhasil memperoleh 31 medali emas dengan menduduki peringkat keempat Asian Games 2018.  CEO Posco Choi Jeong-woo sendiri secara khusus justru mengapresiasi Presiden Jokowi yang memilih untuk tidak menghadiri acara penutupan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

Maklum, saat itu, Jokowi sedang berada di Lombok untuk meninjau jalannya proses rehabilitasi dan pembangunan kembali rumah-rumah warga dan fasilitas umum lainnya setelah dihantam gempa bumi. Jokowi pun menyaksikan acara penutupan tersebut lewat siaran televisi  bersama dengan masyarakat Lombok di NTB.

Apresiasi dan pujian terhadap Indonesia, atas sukses penyelenggaraan Asian Games 2018 rasanya cukup beralasan. Terang saja, dari acara pembukaan, saat penyelenggaraan event-event olahraga hingga penutupan, semuanya berjalan lancar.

Kalau dicermati secara seksama, hampir tak dijumpai hambatan-hambatan signifikan selama penyelenggaraan Asian Games XVIII. Hampir 15.000 atlet dari 45 negara peserta yang mengikuti perlombaan 40 cabang olahraga (32 cabang Olimpiade dan 8 cabang non-Olimpiade) pesta olahraga se-Asia itu merasa puas dengan pelayanan dan keramahan Indonesia sebagai tuan rumah.

Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc) telah bekerja maksimal. Mulai dari perencanaan, persiapan hingga pelaksanaan, perhelatan Asian Games 2018 yang melibatkan ribuan relawan dari kalangan anak muda, semuanya dilakukan secara profesional.

Ketua Inasgoc Erick Tohir - yang kini diangkat sebagai Ketua Tim Sukses Kampanye pasangan Jokowi dan  Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 -  bersama jajarannya mampu menjadikan perhelatan Asian Games 2018 berlangsung sukses, aman, nyaman dan damai. Kalaupun ada keluhan-keluhan kecil terkait masalah teknis dan lainnya di sejumlah event, hal itu masih dalam kategori wajar. Ini lantaran memang tak ada gading yang tak retak.

Terkait kritikan paling tajam karena dominasi cabang pencak silat yang dikuasai atlet-atlet nasional hingga menyumbangkan 14 emas untuk Indonesia, hal itu pun sebenarnya wajar-wajar saja. Sebagai tuan rumah, kalaupun cabang silat mendapatkan emas separuhnya saja toh Indonesia tetap berada di posisi ke-4 besar Asia.

Faktanya, penampilan pesilat-pesilat Indonesia memang jauh mengungguli atlet-atlet silat dari negara-negara lain. Apalagi, silat merupakan olahraga tradisional khas Indonesia. Jadi, sebenarnya sah-sah saja Indonesia mendominasi cabang pencak silat Asian Games 2018. Dominasi emas pencak silat Indonesia justru bisa menjadi tantangan serius bagi negara-negara lain ke depan.

Asian Games 2018 telah berlalu. Namun, sukses kontingen Indonesia di ajang pesta olahraga se-Asia ini pun masih mengiang. Dengan meraih 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu, Indonesia menempati posisi 4 besar di bawah tiga negara ras kuning, China yang meraih 132 medali emas, Jepang (75), dan Korsel (49). Indonesia mengungguli Uzbekistan (21), Iran (20), Taiwan (17) dan India (15), yang masing-masing berada di urutan ke-5, ke-6 dan ke-7.

Yang membanggakan, di kancah ASEAN, Indonesia jauh mengungguli Thailand yang meraih 11 emas di posisi 12, Malaysia (7) posisi 14, dan Vietnam (4), Singapura (4), serta Pilipina (4) masing-masing di posisi 17, 18, 19. Selebihnya, Kamboja (2) di posisi 24 dan Laos (0) posisi 31. Jadi, sekali lagi, sekarang ini olahraga Indonesia kembali paling kampiun di Asia Tenggara dan nomor empat di Asia.

Memang, inilah prestasi terbaik Indonesia setelah puluhan tahun hanya menjadi peserta tanpa dipandang mata dunia. Sebagai perbandingan, di Asian Games 2010 dan Asian Games 2014. prestasi Indonesia stagnan hanya meraih 4 emas dengan menempati peringkat ke-15 dan ke-17.

Bahkan di Asian Games 2010 Indonesia masih di bawah Thailand dan Malaysia yang masing-masing menduduki peringkat ke-9 dan ke-10. Sedangkan di Asian Games 2014, Indonesia malah merosot di peringkat ke-18 di bawah Thailand (6), Malaysia (15) dan Singapura (16).

Di Asian Games 2018, sebagai tuan rumah prestasi atlet-atlet nasional langsung menyodok ke atas di peringkat empat besar Asia. Sungguh, ini prestasi yang tidak main-main karena mampu mengukuhkan Indonesia sebagai negara maju keempat Asia setelah tiga negara ras kuning, China, Jepang dan Korsel yang selama ini memang belum tergoyahkan.

Bukan tidak mungkin, sukses Indonesia di Asian Games XVIII kali ini bisa menjadi wacana untuk bisa menjadi tuan rumah Olimpiade - minimal bersama negara lain - di masa-masa mendatang? ***

* Atal S Depari – Pemimpin Redaksi Suarakarya.id, Ketua Bidang Daerah PWI Pusat dan mantan Ketua Siwo PWI Pusat dua periode.

Editor : Gungde Ariwangsa SH