logo

Aroma Politik Di Film Wiro Sableng Sengaja Disamarkan

Aroma Politik Di Film Wiro Sableng Sengaja Disamarkan

Wiro Sableng dengan tulisan 212 yang disamarkan. (Foto: Ist).
06 September 2018 16:08 WIB

Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Film Wiro Sableng yang kini sedang diputar di bioskop-bioskop XXI di Jakarta benar-benar menjadi tontonan menarik warga Jakarta. Tak ketinggalan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ikut terpikau karenanya.

Film yang diangkat dari cerita fiksi karya Bastian Tito ini benar-benar digemari lantaran banyak penonton yang sudah membaca novelnya atau menonton sinetronnya di televisi. Sang sutradara muda Angga Dwimas Sasongko pun dapat mengaplikasikan cerita dalam bentuk visual yang sangat baik.

“Saya termasuk salah seorang yang menggemari cerita Wiro Sableng yang terbit sampai puluhan edisi. Karakter Wiro Sableng semakin digandrungi pada tahun ’90-an berkat sinetronnya. Bermula dari karya penulis, Bastian Tito, Wiro Sableng kemudian menjadi sebuah cerita yang terus dikenang hingga kini,” kata Gubernur Anies Baswedan usai menonton film ini bersama atlet DKI peraih medali di Asian Games 2018, Rabu (5/9/2018).

Anies memuji keahlian sang sutradara menggambarkan karakter Wiro Sableng. Hingga di era modern sekarang, karakter pendekar ini dihidupkan lagi ke layar lebar lewat sinopsis film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Wiro Sableng dimainkan oleh Fino G Bastian yang bernama asli Wira Saksana. Sejak kecil ia sudah ditinggalkan oleh orangtuanya. Wira kemudian diasuh dan dididik oleh seorang guru silat yang dikenal “gendeng”. Perlahan tapi pasti, Wira kemudian tumbuh remaja hingga dewasa dan mulai menguasai ilmu-ilmu silat yang diberikan gurunya.

Wira kemudian berganti nama dengan Wiro Sableng karena tidak kalah “gila” dari gurunya. Setelah dewasa, Wiro Sableng kemudian bertualang bertemu dengan beberapa orang baru seperti Anggini (Sherina Munaf) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi) dan guru-guru silat.

Namun, pada satu waktu, Wiro mengetahui ada yang janggal dengan kehidupan di luar sana. Sosok bernama Mahesa Birawa (Yayan Ruhian), adalah penyebabnya. Ia sering membuat kekacauan kehidupan masyarakat.

Lantas apa hubungan antara Wiro Sableng dan Mahesa Birawa? Ternyata Mahesa Birawa adalah orang yang membunuh kedua orangtua Wiro Sableng. Maka keduanya bertarung habis-habisan dengan aroma balas dendam.

Proses pembuatan film ini tergolong serius. Film ini melibatkan rumah produksi Fox International Productions yang merupakan bagian dari 20th Century Fox dalam penggarapannya. Film ini sudah diberi teks bahasa Inggris dan masuk pasar dunia.

Lebih dari itu, film ini menghadirkan sutradara Angga Dwimas Sasongko didampingi oleh salah satu sastrawan kondang Indonesia, Seno Gumira Ajidarma sebagai penulis naskah.

Proses di balik layar ini juga dilengkapi dengan beberapa aktor-aktor berkarakter. Nama Vino Bastian, Yayan Ruhiyan, hingga Marsha Timothy memang sudah dikenal. Namun, kehadiran Ruth Marini, Andi /rif, Dwi Sasono, Lukman Sardi, Happul Salma hingga Sherina Munaf menjadikan film ini dipenuhi banyak pemain bintang. Dan ada pula atlet taekwondo Aghniny Haque serta penyanyi Marcel yang tampil diawal cerita.

Sayangnya, demi menghilangkan film ini dari aroma politik, kapak sakti Wiro Sableng yang sesungguhnya bertulisan 212 agak disamarkan dengan tulisan Z 1 Z yang ditulis miring sehingga tidak terlihat dengan jelas kalau kapak sakti Wiro Sableng bertulisan 212. ***

Bank Jatim