logo

Dua Penagih Hutang Diamuk Massa

Dua Penagih Hutang Diamuk Massa

09 Agustus 2018 19:50 WIB

Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id - DEPOK: Nasib sial menimpa dua penagih hutang atau debtcollector ketika hendak menagih uang pembayaran mobil di Kampung Sugutamu, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (8/8/2018) malam.

Mereka malah diamuk massa lantaran menagih hutang dengan cara kekerasan kepada kreditur.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro mengatakan, para pelaku masing-masing berisinial VHL (26) dan TER (28), hari itu, mendatangi rumah Asep Nasrudin (43) di Kampung Sugutamu RT 07/RW 21.

Kedua pelaku memaksa Asep untuk membayar cicilan kredit mobil Toyota Yaris tahun 2007 berwarna silver. Cicilan kredit yang ditagih sebesar Rp11 juta.

Namun, ujar Bintoro, kreditur tak mempunyai uang sebesar itu. Asep hanya mampu membayar cicilan Rp 2,5 juta.

Dua penagih hutang, tutur Kasat Reskrim, tidak terima. Mereka kemudian memberi waktu kepada kreditur di hari itu juga untuk secepatnya memenuhi permintaan keduanya. Korban diultimatum pada sore harinya harus bisa membayar hutangnya.

Namun, ucap Bintoro, korban tidak bisa memenuhinya ketika keduanya datang kembali pada malam hari. Korban, katanya, mengaku diintimidasi bahwa rumahnya akan dibakar. Pelaku menakut-nakutinya dengan menyalakan korek api kemudian membakar taplak meja.

Tak sebatas itu, ujarnya, korban pun nyaris dipukuli. Tak tahan terus diancam, tutur Bintoro, korban berteriak meminta tolong. Teriakannya mengundang perhatian warga sekitar.

Warga segera berdatangan ke rumah korban. Tak sekadar mendatangi rumah korban, warga yang sudah emosi langsung memukuli para pelaku.

“Anggota kita dan Polsek Sukmajaya cepat datang ke lokasi mengamankan para pelaku dari kerumunan massa. Keduanya langsung dibawa ke Polsek Sukmajaya,” kata Kasat Reskrim dalam penjelasannya, Kamis (9/8/2018).

Petugas, ujarnya, segera memeriksa para pelaku dan memintai keterangan sejumlah saksi. Polisi memeriksa para pelaku karena dianggap berbuat pidana penganiayaan. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, para pelaku dipindah ke Polresta Depok.

“Sekarang dua pelaku berada di sel Polresta Depok untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Bintoro.***

Editor : Yon Parjiyono