logo

Kementan Dorong Industri Makanan Untuk Tanam Bawang Putih

Kementan Dorong Industri Makanan Untuk Tanam Bawang Putih

09 Agustus 2018 19:26 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - GRESIK: Presiden Jokowi terus mendorong agar industri nasional senantiasa berorientasi ekspor dan mampu bersaing di kancah internasional. Penyediaan bahan baku industri didorong untuk memrioritaskan produksi lokal agar bersinergi dengan peningkatan kesejahteraan petani.

Kementerian Pertanian terus berupaya mendorong peningkatan produksi bawang putih di dalam negeri. Tak tanggung-tanggung, pemerintah menargetkan tahun 2021 Indonesia sudah bisa tercapai swasembada bawang putih.

"Importir umum maupun pelaku usaha industri makanan yang selama ini mengimpor bawang putih, kita rangkul bersama-sama menyukseskan program ini," ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto saat mengecek gudang persediaan bawang putih milik Wings Food Group di Gresik Jawa Timur, Rabu (8/8/2018).

"Sesuai ketentuan Permentan 38/2017 dan Permentan 24/2018, importir baik umum maupun industri diwajibkan menanam dan memroduksi bawang putih di dalam negeri sekurang-kurangnya 5 persen dari volume pengajuan RIPH," kata Prihasto.

"Caranya, importir bisa bermitra dengan kelompok tani yang terdaftar di dinas pertanian kabupaten untuk menanam bawang putih," ujarnya.

Menurut Anton, sapaan Prihasto,  pihaknya berupaya memastikan para importir maupun industri yang mengimpor bawang mematuhi peraturan wajib tanam dan wajib berproduksi. "Wings Food Group mengimpor bawang putih dalam jumlah yang besar. Ini perlu kami pantau dan bina agar sesuai ketentuan," katanya.

Managing Director Wings Group, Stevanus, mengungkapkan kebutuhan bahan baku pendukung industri mie instan dan makanan olahan di Gresik cukup besar. "Pabrik kami yang di Gresik tiap hari mengolah 430 ton bahan mie instan. Produknya sudah diekspor ke 100 negara termasuk Kalifornia Amerika Serikat," ucapnya.

Stevanus mengaku pabriknya butuh bawang putih 30 ton per hari, bawang merah lokal 1 ton per hari dan cabai merah besar sekitar 10 ton per hari. "Khusus bawang putih kami masih harus impor," tuturnya.

Pihaknya mengaku tidak mempersoalkan aturan pemerintah yang mewajibkan tanam bawang putih sebelum impor. "Kenyataannya kami sanggup melaksanakan aturan wajib tanam tersebut bekerja sama dengan kelompok tani di daerah Bojong Tegal Jawa Tengah," ungkapnya.

"Untuk kelangsungan industri makanan mie instan kami impor kurang lebih 6.000 ton bawang putih dengan kewajiban tanam seluas 67 hektare untuk RIPH 2017, semua sudah kami lunasi. Produksinya juga rata-rata mencapai 8 ton per hektare," ujar dia.

"Sementara, untuk kewajiban RIPH 2018 sudah 48 hektare kami tanam dan 19 hektare akan kami selesaikan di bulan September ini," tambahnya.

"Kami berkomitmen mengikuti aturan pemerintah. Kami tidak mau gambling dengan melanggar aturan pemerintah karena ini menyangkut nasib 40 ribu karyawan yang menggantungkan pekerjaan di Wings Food Indonesia," tandasnya. ***