logo

KPK Intensifkan Penanganan Kasus TPPU Wawan

KPK Intensifkan Penanganan Kasus TPPU Wawan

narapidana Tubagus Chaeri Wardhana
08 Agustus 2018 15:46 WIB

Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Seorang wartawan bernama Izul dan mantan Staf Bagian Keuangan PT Bali Pacific Pragama, Ahmad Farid Asyari, akan diperiksa KPK, Rabu (8/8/2018), terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan Tubagus Chaeri Wardhana (Wawan), adik kandung mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

"Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk TPPU tersangka Tubagus Chaeri Wardhana," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (8/8/2018). Kasus dugaan TPPU ini merupakan hasil pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Wawan sebelumnya soal pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan, pengadaan alkes di Pemerintah Provinsi Banten, dan dugaan suap sengketa pilkada di Lebak, Banten.

Wawan dipersalahkan melanggar Pasal 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Dia juga hendak dijerat dengan Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 ayat 1 serta UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat 1 ke- 1 KUHP.

Wawan sebelumnya telah dijatuhi hukuman terkait kasus korupsi. Dia saat ini tengah menjalani hukuman tersebut. Namun penyidik KPK melihat kuatnya indikasi adanya TPPU dilakukan Wawan selama ini.

Jika TPPU ini terbukti, maka asset atau harta kekayaan Wawan yang diduga dari hasil korupsi bakal disita atau dirampas untuk negara. Hal itu sekaligus pula “memiskinkan” narapidana tindak pidana korupsi tersebut.


 

Editor : B Sadono Priyo