logo

M Taufik: 350 Atlet Tidak Cukup Membawa DKI Juara Umum PON

M Taufik: 350 Atlet Tidak Cukup Membawa DKI Juara Umum PON

M Taufik ketika memberi sambutan pada acara halal bihalal di hadapan pengurus cabang olahraga, pengurus dan karyawan KONI DKI di Jakarta, Senin (25/6/2018). Foto: Dok KONI DKI/Ivan).
25 Juni 2018 14:50 WIB

Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengatakan, sebanyak 350 atlet DKI Jakarta yang diakomodir (Dispora) dalam Pemusatan Latihan Pelatda PON XX/2020 Papua tidak akan mampu membawa DKI Jakarta juara umum. Untuk itu ia meminta KONI DKI menyiapkan sedikitnya 1000 atlet.

“Mana mungkin DKI juara umum PON XX/Papua kalau atletnya cuma 350 orang, sementara nomor pertandingannya saja 770 nomor. Ini kan tidak realistis. Kalau 350 atlet DKI hanya mampu juara 6 di PON,” kata M Taufik pada acara halal bihalal di kantor KONI DKI Jakarta, Senin (25/6/2018).

Untuk itu, Taufik yang juga Ketua Dewan Pembina KONI DKI ini meminta Ketua KONI DKI menyiapkan bahan presentasi untuk dibahas bersama Wakil Gubernur di hadapan para pengusaha yang ada di Jakarta. Paling lama seminggu bahan tersebut sudah selesai.

“Mari kita bicarakan kepada Wakil Gubernur berapa atlet yang harus dipersiapkan dan berapa anggaran yang dibutuhkan. Dispora juga harus ikut agar semua kebutuhan atlet itu terpenuhi lewat APBD Perubahan nanti,” lanjut Taufik.

Politisi Partai Gerindra ini mengaku sedih mendengar ada atlet yang diusir dari kontrakannya karena tidak mampu membayar sewa kontrakan. Begitu juga dengan adanya atlet sepatu roda cedera patah tulang tapi yang bersangutan tidak memiliki asuransi.

“Untung saja orangtuanya kaya. Jadi bisa tertangani dengan baik. Tapi sebenarnya itu kan tanggung jawab pembina olahraga di DKI karena dia latihan untuk persiapan PON,” ucap Taufik.

Taufik mengharapkan dengan adanya pemaparan di depan para pengusaha dan Wakil Gubernur, akan tercipta bapak angkat untuk cabang-cabang olahraga tertentu. Dengan demikian pembinaan olahraga bisa berjalan secara terukur dan berkesinambungan.

“Makanya saya berharap anggaran pembinaan olahraga 2019 dikembalikan pengelolaannya kepada KONI Provinsi DKI Jakarta. Jadi tidak kisruh seperti ini,” kata Taufik menegaskan. 

Taufik menambahkan, saat ini baik Gubernur maupun Wakil Gubernur DKI Jakarta sedang besemangat membangun olahraga Jakarta. Momentum itu harus dimanfaatkan oleh KONI DKI dengan memberi penjelasan berapa anggaran riil yang dibutuhkan untuk persiapan PON. "Kalau memang besar kebutuhannya ya harus dibantu. Karena ada target yang ingin dicapai, yaitu menjadi juara umum pada PON XX/2020 Papua," katanya. ***