logo

Pawai Rapat Umum PM Baru Ethiopia Digranat, Puluhan Luka-luka Kritis

Pawai Rapat Umum PM Baru Ethiopia Digranat, Puluhan Luka-luka Kritis

23 Juni 2018 19:56 WIB

Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - ADIS ABABA: Pawai Perdana Menteri baru Ethiopia Abiy Ahmed digranat sehingga menimbulkan puluhan orang luka-luka dan beberapa kritis. Abiy  segera diamankan setelah ledakan yang diduga berasal dari sebuah granat yang dilemparkan di tengah ribuan orang di Addis Ababa's Meskel Square.

Sebelumnya Abiy telah mengatakan bahwa beberapa orang telah meninggal.Me nurut laporan bbc.com, Abiy menggambarka peristiwa itu sebagai usaha yang gagal oleh pasukan yang tidak ingin melihat Ethiopia bersatu.

Kepala Staf-nya, Fitsum Arega, mengatakan 83 orang terluka, enam orang kritis.

Abiy menjadi perdana menteri setelah pendahulunya Hailemariam Desalegn tiba-tiba mengundurkan diri Februari. Dia juga pemimpin pertama negara itu dari kelompok etnis Oromo, yang telah menjadi pusat dari hampir tiga tahun protes anti-pemerintah yang telah menyebabkan ratusan orang tewas.

Sejak menjabat dia  melakukan serangkaian reformasi, termasuk membuka blokir ratusan situs web dan saluran TV.

Dia juga mengatakan dia siap untuk menerapkan secara penuh kesepakatan damai dengan Eritrea yang ditandatangani pada tahun 2000 setelah perang dua tahun.

Eritrea telah mengutuk serangan terhadap pawai Abiy. Duta besarnya untuk Jepang Estifanos Afeworki mengatakan di Twitter,  rapat umum itu merupakan demonstrasi untuk perdamaian yang pertama  dalam sejarah Ethiopia.

Kedutaan AS di Addis Ababa juga mengutuk ledakan itu, men-tweet: "Kekerasan tidak memiliki tempat ketika Ethiopia mengejar reformasi politik dan ekonomi yang berarti."

Pada Jumat sebuah kelompok pemberontak Ethiopia menangguhkan perlawanan bersenjata terhadap pemerintah. Ginbot 7, yang berbasis di Eritrea, mengatakan reformasi Abiy telah memberikan harapan demokrasi sejati akan menjadi nyata.

Pemerintah Ethiopia telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia termasuk penyiksaan dan pembunuhan di luar hukum terhadap para pembangkang politik.

Seorang etnis Oromo,  Abiy diyakini memiliki dukungan besar di kalangan pemuda Oromo serta kelompok etnis lainnya. Salah satu keluhan utama Oromo adalah, mereka telah terpinggirkan secara politis, ekonomi, dan budaya selama bertahun-tahun, meskipun merupakan kelompok terbesar di negara itu.

Dia adalah pemimpin Organisasi Demokrasi Rakyat Oromo (OPDO), salah satu dari empat partai etnis yang membentuk koalisi Partai Demokratik Demokrasi Rakyat (EPRDF) berkuasa.

Pria berusia 42 tahun, yang lahir di kota Agaro di Oromia dan berasal dari keluarga campuran Kristen-Muslim, bergabung dengan OPDO pada akhir 1980-an.

Dia telah bertugas di militer, mendirikan Jaringan Informasi dan Keamanan Negara, yang bertanggung jawab untuk keamanan cyber di negara di mana pemerintah melakukan kontrol ketat atas internet, dan kemudian menjadi menteri untuk ilmu pengetahuan dan teknologi. ***