logo

KPK Perpanjang Masa Penahanan 12 Anggota DPRD Malang

KPK Perpanjang Masa Penahanan 12 Anggota DPRD Malang

KPK
22 Juni 2018 19:28 WIB

Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) memperpanjang masa penahanan 12 anggota DPRD Kota Malang.Termasuk Ya’qub Ananda Gubhan, untuk masa penahanan sebulan ke depan. Anggota DPRD dari Partai Hanura dan juga calon Wali Kota Malang 2018 itu menandatangani penahanannya selama 30 hari.

Ya’qub Ananda Gubhan merupakan tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015. Itu berarti Ya’qub Ananda Gubhan bersama 11 terdakwa lainnya harus menjalani masa penahanan  hingga 21 Juli 2018.

"Perpanjangan penahanan diperlukan untuk proses penyidikan yang masih berjalan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (21/6/2018).

Perpanjangan masa tahanan ke-12 tersangka suap dan korupsi itu dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan oleh KPK. Para wakil rakyat dari Kota Malang itu diduga terlibat suap pembahasan APBD-P Pemerintah Kota (Pemkot)  Malang tahun anggaran 2015.

"Mereka diperiksa sebagai tersangka," ujar Febri Diansyah. Belasan anggota DPRD itu menjadi tersangka setelah KPK melakukan pengembangan perkara ini.

Dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang, KPK lebih dulu menetapkan dua tersangka, yakni mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Jarot Edy Sulistyono.  Arief diduga menerima suap Rp700 juta dari Edy untuk pembahasan APBD Perubahan Kota Malang.

Kedua belas anggota DPRD Malang tersebut masing-masing HM Zainuddin, Suprapto, Sahrawi, Salamet, Wiwik Hendri Astuti, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati. Selain itu, Abdul Hakim, Imam Fauzi, Bambang Sumarto, Syaiful Rusdi, dan Tri Yudiani.

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH