logo

Abai Keselamatan Transpotasi Air

Abai Keselamatan Transpotasi Air

21 Juni 2018 14:23 WIB

SuaraKarya.id - Oleh: Joko Setijowarno*

Musibah beruntun sektor transportasi laut masa mudik lebaran 2018 cukup memprihatinkan. 

Terkini tenggelamnya kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau  Toba dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo (Kab. Samosir) kd Pelabuhan Tigaras (Kab. Simalungun). 

sejak ditetapkan Kawasan Danau Toba menjadi 10 daerah tujuan wisata baru, memberi harapan bagi pengusaha kapal motor di Danau Toba untuk berkembang. 

Sayangnya, hingga beberapa waktu belum nampak upaya untuk mengembangkan transportasi perairan di Danau Toba lebih baik. 

Angkutan sungai dan danau lebih banyak dikelola pemda. Pemda belum serius menata transportadi di daerahnya, sehingga ada pengabaian urusan keselamatan dan pelayanan.

Pemda lebih urus dan peduli dengan target PAD dari usaha angkutan perairan. Jarang ada pemda yang peduli transportasi perairan. 

Standar Keselamatan Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan telah diatur dalam PM 25 tahun 2015.

Dalam PM tersebut sudah mengatur SDM, sarana dan lingkungan.  SDM yang dimaksud untuk pengelola pelabuhan, awak angkutan dan pengawas alur. 

Sarananya pada kapal, alur sungai dan pelabuhan. Sedangkan beupa pencegahan dan penanggulangan dari kapal dan kegiatan pelabuhan. 

Jika melihat kemampuan APBD dan SDM yang ada,  rasanya perlu intervensi pusat (Kemenhub). Sekarang sudah ada BPTD di setiap provinsi, dapat membantu mendata ulang keseluruhan yang meliputi SDM, sarana dan kondisi lingkungan se Indonesia. 

Berikutnya, bisa dilakukan pemetaan dan penjadwalan aksi. Peningkatan kualitas SDM sangat penting untuk menambah wawasan tentang kelola transportasi perairan yang lebih profesional. 

Pengelolaan transportasi perairan bisa meniru transportasi udara dan perkeretaapian yang sudah lebih dulu maju. 

Keselamatan bukan sekedar ucapan tetapi harus menjadi kebutuhan. Keselamatan adalah utama dalam penyelenggaraan transportasi.

Joko Setijowarno, anggota Masyarakat Transpotasi Indonesia