logo

Menggapai Target Mudik Berikutnya

Menggapai Target Mudik Berikutnya

17 Juni 2018 05:50 WIB

SuaraKarya.id - Oleh: Joko Setijowarno*

Penyelenggaraan mudik lebaran tahun ini tergolong lancar. Kendati masih ada berapa catatan sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan mudik tahun depan. 

Waktu perjalanan rata-rata menjadi lebih cepat ketimbang tahun sebelumnya. Ada manfaat dampak dari penambahan kapasitas infrastruktur jalan, baik tol maupun non tol. Tahun depan Tol Trans Jawa sudah dapat dilewati semua dengan membayar. Sudah tidak ada lagi tol fungsional. 

Pembenahan jalan non tol target berikutnya dengan menjamin tidak ada lubang. Tahun ini masih ditemui jalan pantura yang berlubang walau tidak banyak. 

Jalan penghubung pantura dan pansela yang sekelas harus diwujudkan, sehingga pengguna jalan bisa rasakan tidak ada bedanya saat alih jalur. 

Bisa juga memberi target pengguna jalan jika tidak kendala berarti, waktu perjalanan hingga Jawa Timur maksimal 20 jam, untuk Jawa Tengah maksimum 15 jam. Dari target tersebut dibuat standar operasi yang menunjang. 

Angka kecelakaan saat mudik bisa turun 32%. Program mudik gratis harus lebih kreatif dam pemerintah dapat menggandeng pengusaha angkutan umum reguler (organda) untuk mudik bersama.

Pemudik motor harus tetap diupayakan dikurangi dengan menyiapkan lebih matang program mudik menggunakan kapal laut dan kapal penyeberangan. Mudik motor diupayakan tidak lama di perjalanan, cukup maksimum 5 jam.

Kelebihan muatan baik barang dan orang masih terjadi pada mudik sepeda motor. Anak-anak harus dilarang mudik sepeda motor. 

Kendati kondisi layanan rest area yabg makin membaik lengkap fasilitas dan lebih nyaman juga bisa membantu pemudik motor beristirahat. 

Mudik gratis tidak hanya diberikan untuk pemudik di Pulau Jawa, bisa Pulau Jawa ke Sumatera, Pulau Bali ke Pulau Jawa, Pulau Kalimantan ke Pulau Sulawesi atau di kawasan tertentu di wilayah yang memerlukan, misal Maluku, Kep. Riau, Maluku Utara. 

Angkutan perairan harus benar-benar diperhatikan keselamatan dan pelayanannya. 

Kasus kecelakaan speedboat dan kapal laut di Makassar dan Bangka Selatan (Toboali) saat mudik tahun ini jadi perhatian.

Dalam keseharian, keselamatan transportasi perairan sungguh memilukan. Masih terjadi pengabaian dari regulator, baik Pemda maupun pusat. 

SDM dan fasilitas keselamatan masih belum memadai, perlu program percepatan untuk menuntaskan progran keselamatan transportasi perairan.

*Joko Setijowarno anggota Masyarakat Transpotasi Indonesia

Editor : B Sadono Priyo