logo

Pilgub Jateng, Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi

   Pilgub Jateng, Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi

Sriyanto Saputro
13 Juni 2018 11:02 WIB

Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Menjelang Pilgub Jateng 27 Juni 2018, masyarakat adat ikut terlibat pemberontakan tidak terjadi kecurangan. Jika ada masalah dengan kecakapan sudah dimulai, Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah.

Tim pemenangan pasangan calon (Paslon) Cagub dan Cawagub Jateng nomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah, catatan banyak sekali menemukan pemilih ganda di 23 kabupaten / kota di Jawa Tengah.

Ketua Tim Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah, Sriyanto Saputro, notifikasi potensi terjadinya kecurangan tersebut. Jika tidak segera diantisipasi, pasti akan berlanjut sampai ke Pilgub Jateng 27 Juni 2018 mendatang.

Dari hasil pencarian tim di lapangan, tersedia banyak potensi kecurangan di 23 kabupaten / kota. Mulai dari pemilih ganda, data tidak valid sampai di DPT ada nama yang masih ada di bawah 17 tahun. Itu hanya sampel yang melakukan secara acak dan ditemukan langsung di lapangan.

“Tim kami sudah turun, dan menemukan banyak kasus DPT bermasalah,” katanya, Selasa (12/6/2018).

Menurutnya, ada sekitar 3.714.209 pemilih yang digunakan dan tersedia 22 paket internet, nomor induk kependudukan, nama, dan alamat yang terjadi di kabupaten dan kota di Jateng.

Termasuk pula nama-nama singkat, yaitu terdiri atas tiga huruf, seperti Ani, Adi dan Ina. Bahkan, 11 kabupaten / kota mencapai 2.448 orang.

Atas temuan itu, tim pemenangan Sudirman – Ida sudah melapor kapada Bawaslu Jateng pekan lalu. Bawaslu harus turunkan tangan dan memanggil KPU Jateng secara konstitusi untuk menjelaskan masalah DPT yang bermasalah. Jika DPT tidak valid harus segera dicoret, agar tidak ada masalah dalam Pilgub.

"Ini serius di Demokrasi di Jateng," tutur tim Pemenangan Sudirman-Ida, Sukirman.

Ia menambahkan, measyarakat harus ikut terlibat dalam pengawasan Pilgub Jateng, Republik kecurangan dapat dihindari. Karena akan merusak proses demokrasi. Saat ini diperlukan pengawas mandiri dan jika menemukan keganjilan dapat dilakukan langsung ke panitia Pilgub Jateng. ***

Editor : Markon Piliang