logo

Kebun Raya Bogor LIPI Tetap Selenggarakan Salat Idul Fitri 1439 H

 Kebun Raya Bogor LIPI Tetap Selenggarakan Salat Idul Fitri 1439 H

Gerbang depan Kebon Raya, Bogor. (foto, ist)
08 Juni 2018 23:22 WIB

Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BOGOR: Manajemen Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) atau dikenal sebagai Kebun Raya Bogor akan tetap menyelengarakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1439 H di lapangan Kebun Raya Bogor.

Bagi masyarakat Kota Bogor di sekitar kawasan Kebun Raya Bogor dipersilakan untuk mengikuti kegiatan salat tersebut dengan baik dan tertib. Keputusan untuk tetap menyelenggarakan Salat Idul Fitri itu berdasarkan atas pertimbangan banyaknya permintaan masyarakat. Agar pihak Kebun Raya Bogor tetap menyelenggarakan salat tersebut pada tahun ini.

Keputusan ini sekaligus mengklarifikasi informasi yang beredar sebelumnya bahwa pihak Kebun Raya Bogor meniadakan penyelenggaraan Salat Idul Fitri. Kepala PKT Kebun Raya LIPI Didik Widyatmoko, di Bogor, Kamis (7/6/2018) mengimbau, agar pelaksanaan Salat Idul Fitri nanti dilakukan dengan tertib, baik, dan tetap menjaga kebersihan.

“Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan Salat Idul Fitri dan Idul Adha pada tahun-tahun sebelumnya di Kebun Raya Bogor, maka penyelengaraan tahun ini mengatur agar parkir segala jenis kendaraan bermotor dan sepeda tidak diperkenankan memasuki kawasan Kebun Raya Bogor,” jelasnya.

Pertimbangan terhadap pengaturan tersebut adalah berdasarkan pada pelaksanaan Salat Idul Fitri pada tahun-tahun sebelumnya. Setiap pelaksanan Salat Idul Fitri maupun Idul Adha selalu terjadi kemacetan jalan raya.

Lalu, terjadi pula penumpukan kendaraan dan jamaah di pintu masuk Kebun Raya Bogor. “Hal lainnya adalah keterbatasan kapasitas parkir kendaraan di kawasan Kebun Raya Bogor,” ujarnya.

Karena itu, diimbau pula agar para jamaah yang akan melaksanakan shalat di Kebun Raya Bogor untuk mencari tempat parkir di luar Kebun Raya Bogor. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan atas pengaturan ini,” kata Didik.

Editor : Laksito Adi Darmono