logo

2018 Infrastruktur Jalan Untuk Mudik Lebaran Lebih Baik Dari 2017

2018 Infrastruktur Jalan Untuk Mudik Lebaran Lebih Baik Dari 2017

20 Mei 2018 22:15 WIB

Penulis : Silli Melanovi

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mengklaim bahwa kesiapan infrastruktur jalan, baik jalan tol dan non tol dalam menghadapi arus mudik tahun 2018 jauh lebih baik dari tahun 2017. Tingkat kemantapan jalan nasional yang menjadi jalur mudik mencapai 90 persen.  

Di Pulau Jawa, KementerianPUPR telah melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan non tol, baik di lintas utara, tengah dan selatan Jawa. Selain itu, pada tahun 2018, untuk ruas Pantai Selatan Jawa juga cukup baik kondisinya.

“Kami berusaha keras untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Untuk jalur lintas pantai selatan kita sebut sebagai _scenic road_ atau jalur wisata. Kondisi jalannya tahun ini lebih baik dan mantap,” kata DirekturJenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, kepada wartawan saat menjelaskan Kesiapan Infrastruktur Jalan Menghadapi Mudik Lebaran 2018 di Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Dikatakan Arie, Kementerian PUPR mendorong jalur pantai selatan Jawa bisa menjadi pilihan pemudik terlebih libur Lebaran tahun 2018 cukup panjang. “Tahun ini jumlah penginapan juga sudah lebih banyak, demikian juga tempat kemping dan fasilitas umum lainnya,” katanya.

Dijelaskannya, Jalan Pantai Selatan memiiki panjang 1.405 km dibangun menyusuri garis tepi pantai selatan dari wilayah Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Jawa Timur. Sehingga banyak sekali ditemukan obyek wisata pantai yang lokasinya tidak jauh dari trase jalan. 

Sebut saja Pantai Santolo, Pantai Pangandaran, Pantai Teluk Penyu, Pantai Parangtritis, Pantai Soge dan Pantai TIga Warna. Selain pantai, pemudik akan disuguhi pemandangan hamparan sawah dan pegunungan yang menjadi spot berfoto.  

Untuk lokasi rawan longsor seperti di Jalan Raya Puncak dan lintas tengah Jawa, pihaknya juga telah menyiagakan Disaster Relief Unit dan posko Jalur Lebaran dengan dilengkapi alat berat. Disamping untuk kesiapsiagaan bencana, Posko tersebut juga dapat digunakan untuk pemudik beristirahat dan mendapatkan informasi mengenai jalan dan jembatan. 

“Antisipasi terjadinya banjir rob Semarang juga dilakukan bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dalam penyiapan pompa. Kami juga terus memonitor informasi dari BMKG bahwa curah hujan sedang. Kita tetap siaga meskipun tidak berlebihan,” jelasnya.

Di Jalur Pantura Jawa Tengah yakni Jalan Raya Tegal-Purwokerto, kegiatan pembangunan Underpass Karangsawah tidak akan menganggu karena lokasi pekerjaannya di sisi luar jalan. Namun akan dilakukan manajemen lalu lintas dan pemasangan rambu tambahan.  Sementara untuk perbaikan Jembatan Cincin Lama yang menghubungkan Tuban-Lamongan ditargetkan pada H-10 sudah selesai dan dapat dilalui pemudik. 

Dikatakannya, KemenPUPR akan menghentikan seluruh pekerjaan konstruksi jalan pada H-10 hingga H+10 Lebaran tahun 2018 untuk memberikan kelancaran pada arus mudik lebaran. Penghentian pekerjaan tidak berlaku untuk penutupan lubang yang bersifat minor sehingga dapat meningkatkan kenyamanan berkendara. Salah satunya adalah pekerjaan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek yang akan dihentikan dan dikembalikan kondisinya menjadi 4 jalur. 

Dengan semakin banyaknya pilihan ruas jalan untuk mudik ditambah adanya aplikasi peta seperti waze akan memudahkan pemudik untuk memilih. Sehingga pemudik tidak terkonsentrasi menggunakan jalan tol.