logo

Perubahan Perilaku, Pertamina Klaim Pemakai Premium Makin Berkurang

Perubahan Perilaku, Pertamina  Klaim Pemakai Premium Makin Berkurang

Ilustrasi BBM Premium.
16 Mei 2018 21:55 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Direktur Pemasaran Korporat, PT. Pertamina (Persero), Ghandi Sriwidodo mengatakan, tidak adanya fasilitas BBM jenis premium di 1.900 nozel yang ada di Jamali (Jawa, Madura, Bali) bukan karena Pertamina tidak menyediakan jenis BBM itu.

Selama ini catatan Pertamina, mengungkap di banyak SPBU jenis premium memang tidak laku.

"Selama ini gak kita jual premium di beberapa tempat karena memang tidak ada konsumennya," ujar Ghandi di Kantor Pusat Pertamina, Rabu (16/5/2018).

Ghandi menilai, saat ini ada perubahan perilaku konsumen. Ketika banyak yang menilai Premium masih dibutuhkan, tetapi beberapa temuan Pertamina, menunjukkan masyarakat saat ini lebih banyak beralih ke Pertalite karena kualitas yang lebih baik.

"Angkot juga sekarang pada pakai pertalite, kok," ujar Ghandi.

Ihwal kuota tambahan premium, Ghandi mengatakan Pertamina masih menunggu keputusan pemerintah melalui revisi Perpres No 191 Tahun 2014. Setelah peraturan tersebut keluar, baru Pertamina melakukan penambahan kuota.

"Kita tunggu pemerintah ya," ujarnya.

Gandhi menambahkan, Pertamina siap mengganti nozel yang selama ini untuk pertalite menjadi premium di 1.900 SPBU yang memang selama ini sudah tidak lagi menyediakan premium. Kebijakan itu diambil menyusul kebijakan dari pemerintah.

Menurut Ghandi, nozel ini akan diganti ke premium secara bertahap. Namun, meski tetap menyediakan premium, Pertamina tetap akan menyediakan dan memasok pertalite.

"Akan kita lakukan secara bertahap. Pertalite akan tetap kami sediakan, karena memang masyarakat makin banyak yang membutuhkan pertalite," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto (Joksis) menilai perlu adanya upaya penggantian nozel yang selama ini dipakai untuk Pertalite ke Premium. Sebab, sekitar 2.000 lebih SPBU yang ada di Jamali saat ini memang tidak menyediakan nozel premium.

"Pertalite dihabiskan dulu, terus dikuras dulu," ujar Joksis di Hotel Bidakara, Selasa (15/5/2018).

Joksis berharap proses ini bisa segera dilakukan. Selain masih menunggu tanda tangan revisi perpres, Joksis juga berharap pergantian isi nozel bisa selesai sebelum musim mudik Lebaran tiba. "Harapannya sebelum Lebaran. Seminggu sebelum Lebaran sudah ada Premium semua," ujarnya. ***