logo

KemenPUPR Berikan Izin Prinsip Tol Solo-Yogyakarta-Cilacap

KemenPUPR Berikan Izin Prinsip Tol Solo-Yogyakarta-Cilacap

16 Mei 2018 21:09 WIB

Penulis : Silli Melanovi

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberi izin prinsip usulan proyek jalan tol prakarsa ruas tol Solo—Yogyakarta—Cilacap. Dimana, pembangunan ruas tol ini sebagian akan dilakukan secara elevated atau melayang di sebelah jalan nasional dari Solo ke Yogyakarta.

"Saya sudah lihat tadi pagi dokumennya dan diberikan izin prinsip. Pelelangan ruas tol akan dilakukan setelah dilakukan studi kelayakan atau kajian mendalam," ujarnya, Rabu (16/5/2018).

Pembangunan jalan tol Solo—Yogyakarta—Cilacap rencananya dilakukan oleh konsorsium PT Adhi Karya Tbk-Gama-DDT. Ruas tol Solo—Yogyakarta—Cilacap memiliki panjang 237 kilometer dan biaya investasi diperkirakan Rp45,37 triliun. "Ini tidak ada masalah dengan Gubernur DIY, yang Gubernur DIY kan yang Kulonprogo—Borobudur yang jadinya diperlebar jalannya," ucap Basuki.

Sementara Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna menuturkan bahwa dokumen administrasi yang diberikan badan usaha belum lengkap. Saat ini yang sudah diberikan dari sisi laporan keuangan, tetapi untuk dokumen pengadaan lahan belum diberikan kepada BPJT. "Laporan FS [feasibility study]-nya belum lengkap [dan] terkait dengan asumsi pengadaan lahan," katanya.

Herry mengungkapkan bahwa badan usaha masih berhitung kembali tanah yang diperlukan untuk membangun ruas tol tersebut. Pasalnya, ruas tol itu belum masuk dalam proyek strategis nasional sehingga badan usahalah yang menanggung biaya pembebasan lahan.

Apabila badan usaha yang menanggung biaya pembebasan lahan, biaya investasinya menjadi besar dan menjadi tak layak karena lalu lintas hariannya sedikit.