logo

Terjerat OTT KPK, Bupati Bengkulu Selatan, Istri, Dan Keponakan Diterbangkan Ke Jakarta

Terjerat OTT KPK, Bupati Bengkulu Selatan, Istri, Dan Keponakan Diterbangkan Ke Jakarta

Foto: Istimewa
16 Mei 2018 10:46 WIB

Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud. 

Bupati Dirwan, istri, keponakan dan seorang pengusaha kelapa sawit terjaring OTT di rumah pribadi Bupati Dirwan di kawasan Jalan Gerak Dalam, Kota Manna pada Selasa (15/5/2018), sekitar pukul 19.20 WIB.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKPB Rudi Purnomo membenarkan Satgas KPK melakukan OTT Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud dan istrinya serta dua orang lainnya, yakni keponakan Bupati dan seorang pengusaha.

"Kita diminta KPK untuk mengamankan areal lokasi OTT di kawasan Jalan Gerak Dalam, Kota Manna, Bengkulu Selatan," ujarnya ketika ditanya wartawan, Selasa (15/5/2018).

Sementara itu ketika tiba di Polda Bengkulu Selasa (14/5/2018) sekitar pukul 23.30 WIB, Bupati Dirwan dikabarkan membantah menerima duit suap. Saat itu terlihat pula istri Dirwan dan dua orang lainnya yang dibawa KPK menggunakan mobil dinas Pemda Bengkulu Selatan.

"Tanyakan sama mereka (KPK), siapa yang memberi dan siapa yang menerima. Saya tidak tahu apa-apa," ujar Dirwan kepada wartawan seperti dikutip dari Detik.com.

Bupati Dirwan bersama istri dan dua orang lainnya langsung dibawa ke ruang Ditreskrimum dengan pengawalan ketat polisi.

Informasi dari Mapolda Bengkulu, setelah sempat menjalani pemeriksaan singkat di Mapolda Bengkulu, Bupati Dirwan Mahmud, istrinya dan dua orang lainnya, diterbangkan ke Jakarta, Rabu (16/5/2018) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah sendiri membenarkan, tercatat empat orang sudah diamankan bersama tim KPK. "Ada kepala daerah atau bupati dan keluarga bupati yang ikut diamankan," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (15/5/2018) malam.

Febri mengatakan, selain bupati, istri sang bupati juga ditangkap KPK saat bersamaan. Kemudian, ada juga pihak swasta dan pegawai negeri sipil (PNS). Belum jelas, apakah PNS yang dimaksud adalah keponakan Bupati.

Menurut Febri, dalam operasi tersebut tim KPK mengamankan uang sekitar Rp100 juta yang diduga sebagai fee atas sebuah proyek di daerah  tersebut. Dugaan sementara, penyuapan terhadap penyelenggara negara terkait  salah satu proyek yang dikerjakan pemerintah kabupaten. 

Dirwan merupakan Bupati Bengkulu Selatan periode 2016-2021. Ia berpasangan dengan Gusnan Mulyadi, selaku Wakil Bupati Bengkulu Selatan. Mereka berdua dilantik pada 17 Februari 2016. ***

Editor : Pudja Rukmana