logo

Sibuk Urus Teroris, Polisi Abaikan Kasus Novel Baswedan

Sibuk Urus Teroris, Polisi Abaikan Kasus Novel Baswedan

Adi Suparto
15 Mei 2018 19:59 WIB

Penulis : Muhamad Agung Elang Prakoso

SuaraKarya.id - JAKARTA: Jajaran kepolisian berhasil mengungkap peristiwa teror bom yang terjadi di tiga Gereja di Surabaya. Tak butuh waktu lama, Densus 88 dapat meringkus sejumlah terduga teroris yang ditengarai sebagai jaringan pelaku bom di Surabaya Minggu lalu.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Dr Adi Suparto memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap jajaran kepolisian. Namun sayangnya, ditengah kesigapan Polri dalam mengungkap sejumlah kasus teror yang terjadi di tanah air.

Publik saat ini terus menunggu pengungkapan kasus penyiraman penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan,  hampir satu tahun lebih belum juga ada progres yang baik dalam pengungkapannya.

“Kami sebagai masyarakat tentu sangat mengapresiasi kerja keras Polri dalam mengungkap kasus teror yang saat ini tengah dilakukan oleh jajarannya. Tapi, dalam kasus lain seperti pengungkapan kasus Novel, polisi seolah kehilangan petunjuk dalam mengungkap kasus penyiraman yang sama halnya dengan teroris,” ujar Adi kepada suarakarya.ud Selasa, (15/5/2018).

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Polri, agar kasus Novel tidak terkesan ada rekayasa, Polri harus segera mengungkap kasus tersebut.

“Jangan sampai ada asumsi publik, bahwa Polri tebang pilih dalam penanganan kasus. Terkait dengan dugaan keterliabatan sejumlah oknum penegak hukum dalam kasus Novel, Polri juga jangan segan-segan untuk mengungkapnya,” tutut Adi.

Editor : B Sadono Priyo