logo

Lili Asjudiredja: Duo Dedi Harus Waspadai Kampanye Hitam

Lili Asjudiredja: Duo Dedi Harus Waspadai Kampanye Hitam

11 April 2018 19:30 WIB

Penulis : Agung Elang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Politisi senior Partai Golkar Lili Asjudiredja memberikan, pandangannya terhadap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018 yang sebentar lagi akan digelar. Partai Golkar dengan Partai Demokrat mengusung pasangan calon kepala daerah Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi merupakan kader Partai Golkar. Pada perhelatan pesta demokrasi, 5 tahunan ini, Lili mewanti-wanti kepada Duo Dedi dengan kampanye hitam yang kerap dilancarkan lawan. Seperti isu suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA), korupsi, dan lain-lain.

Selain itu, Lili juga yakin dengan Duo Dedi ini. Karena keduanya sangat paham dengan situasi dan kondisi Jabar. Karena keduanya pernah memimpin di daerah Jabar yaitu Deddy Mizwar sebagai mantan Wakil Gubernur Jabar dan Dedi Mulyadi sebagai mantan Bupati Purwakarta.

Berikut adalah petikan wawancara Wartawan Suarakarya.id dengan Wakil Dewan Pakar Partai Golkar Lili Asjudiredja, di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Jelang Pilgub Jabar, 27 Juni mendatang, paslon Duo Dedi mempunyai elektabilitas yang semakin menanjak naik. Sebagai kader Golkar yang mengusung bagaimana agar elektabilitas mereka semakin meningkat?

Sekarang kalau dalam pilkada ini beda dengan pilkada sebelumnya. Pilkada sekarang serentak, dan juga sosialisasi terhadap lapisan bawah atau grassroot ini sangat penting. Untuk itu segera Duo Dedi ini langsung grassroot ke masyarakat. Itu yang harus dipelihara, sebab kalau umpamanya kita hanya mengandalkan baliho, spanduk sudah tidak bisa.

Sebenarnya apa yang diinginkan masyarakat?

Saat ini masyarakat lebih ingin bertatap muka dengan calon pemimpinnya, itu kan bisa meyakinkan. Sementara itu kita harus dialog, dialog ini penting apalagi sekarang generasi mudanya kan cukup banyak. Nah ini barangkali perlu pemahaman atau kepercayaan dari pada publik kepada calon pemimpin.

Langkahnya apa lagi selain pendekatan ke grassroot? Apa yang harus dilakukan para kader Golkar supaya bisa memenangkan pilkada? 

Kalau menurut saya, tentunya di samping itu jaringan juga penting meskipun pendekatan ke grassroot juga tetap dijalankan. Kemudian, kader-kader kita juga harus melaksanakan, dari kita Golkar dan Demokrat harus sama-sama sehingga saling menjaga dan makin lama makin solid. Seperti kemarin hampir 5 hari Pak SBY datang ke Jabar ini kan memberi keyakinan juga untuk masyarakat. 

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga rajin sekali turun ke masyarakat membangun jaringan sejak dia menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Apakah Anda termasuk ikut mensosialisasikan Duo Dedi?

Kalau saya sih mobil saya aja dibranding gambar Duo Dedi. Kalau kemarin turun ke dapil, masyarakat banyak yang nyapa. Berarti kan memang Pak Dedi dekat dengan masyarakat. Tak hanya itu, kadang kita bawa selebaran kalender, baliho, korek api gambar Duo Dedi, kerudung dan juga stiker.

Apakah dengan program yang dibuat oleh Duo Dedi ini sudah sesuai dengan kondisi masyarakat Jabar?

Pertama, kelebihan Dedi, dia kan bekas bupati dua periode dia banyak sekali seperti membangun daerahnya dia membangun dengan anggaran kecil dia bisa membangun seperti monumen  paling terkenal di Asia Tenggara. Kemudian di tingkat desa, RT dan RW digaji itu kan bagus padahal anggaran kecil, selain itu juga bangun mesjid. Dan, dengan program yang berhasil di Purwakarta memberikan dampak juga buat masyarakat lain.

Selain itu, Dedi juga hebatnya itu kalau bicara bikin orang terpukau. Karena, dia dulu kan orang dari bawah kemudian meningkat jadi dia tahu apa yang diinginkan masyarakat.

Dibandingkan dengan Deddy Miswar?

Lalu, jika saya bandingkan dengan Deddy Mizwar. Demis juga kan pernah jadi wagub, jadi cocoklah. Mungkin Demis dilihat dari segi popularitas, saya yakin Demis ini kan sudah tidak asing lagi, karena pernah menjabat wagub atau artis.

Ada upaya kampanye hitam dengan menyudutkan Dedi Mulyadi dengan dugaan kasus korupsi. Tanggapan Anda seperti apa?

Kalau kita lihat mau dari pemilihan bupati, gubernur kemudian kepala desa kan sama aja pasti ada itu. Orang dikorek terus nanti timbul ksalahan.

Kalau menururt saya, umpamanya memang ada dugaan yang menyudutkan Dedi, sok atuh dibuktikan dengan cek ke KPK, lihat di Kejaksaan aja ada gak nama Dedi? Gitu aja kalau memang gak ada jangan sampai penegak hukum itu digunakan sebagaib alat oleh pihak tertentu untuk menjatuhkan lawan.

Kalau mencari kesalahan orang itu tidak fair, itu namanya kampanye hitam. Menurut saya, jika semua calon kalau dicari kesalahannya, semua pasti ada kesalahan.

Seperti semalam Bupati Bandung Barat Operasi Tangkap Tangan (OTT) ternyata setelah dikabarkan KPK ternyata yang kena anak buahnya.

Jangan sampai banyaknya OTT terhadap Cakada dijadikan alat untuk menjatuhkan lawannya, jangan di jadikan alat. Sekalipun ia orang yang sangat bersih jika terus dicari kesalahan ia pasti punya kesalahan, kalau manusia pasti ada kesalahan. Janganlah black kampaign ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menjatuhkan. 

Seberapa besar keyakinan anda terhadap Duo Dedi dalam memenangkan Pilkada?

Kalau saya sih pengusung Duo Dedi sangat yakin bisa menang. Pertama, Dedi orang Sunda, jadi dia bergelut juga di daerah Jabar. Jadi dia tahu tingkah laku. Kemudian apa yang harus dilakukan, dan kemudian orang Jabar pasti dia tahu.

Kalau program di semua desa sudah didatangkan semua, sampai jam 2 pagi dari sore. Sekarang Dedi sudah mengelilingi 12 ribu desa. Selain itu dia juga sering bawa seni budaya ketika turun ke masyarakat. Jadi, bukan politik ajalah, sekali-kali juga perlu hiburan. ***

Editor : Pudja Rukmana