logo

Bengkulu Siap Jadi Agen "HeForShe" Untuk Tekan Kekerasan Terhadap  Perempuan Dan Anak

Bengkulu Siap Jadi Agen

23 Maret 2018 05:48 WIB

Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - BENGKULU: Setidaknya tercatat 156 anak-anak dan 103 perempuan di Bengkulu telah menjadi korban kekerasan. Setelah ditengarai, kekerasan fisik dan seksual masih mendominasi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu. 

Data ini membuktikan bahwa kaum perempuan dan anak di Bengkulu masih dibayangi kasus kekerasan. 

“Kekerasan dapat terjadi dimana dan kapan saja dan oleh siapa saja. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memutus mata rantai kekerasan pada perempuan dan anak, karena perempuan dan anak adalah dua pilar utama yang diperhitungkan dunia. Dengan menyelamatkan 1 orang perempuan ataupun anak sama saja kita telah menyelamatkan masa depan dunia," tutur Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise dalam Kampanye HeFor She di Bendungan Seluma, Provinsi Bengkulu, Kamis (22/3/2018).

Ia menjelaskan, misi perlindungan perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan ini sejalan dengan salah satu misi utama yang diemban oleh Presiden Joko Widodo yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai salah satu dari 10 Kepala Negara terpilih menjadi HeForShe Champion World Leader.

Selain penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, Indonesia juga di daulat untuk berfokus pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), serta peningkatan partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan.

Presiden Joko Widodo adalah ikon perlibatan kaum laki-laki sebagai agen perubahan yang diakui dunia untuk mencapai kesetaraan gender. 

Menteri Yohana menerangkan bahwa Indonesia kini menjadi sorotan mata dunia karena mampu menjadi role model dalam mengemban amanah komitmen PBB yang tertuang pada Kampanye HeForShe.

 “Untuk itulah saya mengajak seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk mengambil peran dalam kampanye HeForShe, karena kampanye ini tidak hanya dapat memajukan kaum perempuan tapi juga dapat melindungi kaum perempuan dan anak untuk berada di atas batas garis aman”, ungkap Menteri Yohana.

Sejalan dengan kampanye ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah melakukan ragam upaya untuk mengentaskan kekerasan, salah satunya dengan membentuk 2.632 orang yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanganan Perempuan dan Anak (Satgas PPA). 

Selain itu serangkaian Peraturan Daerah, Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan juga Keputusan Bersama terkait perlindungan perempuan dan anak telah dilahirkan di Provinsi Bengkulu. 

Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu ini mampu menekan angka kekerasan yang terjadi di Provinsi Bengkulu selama 3 tahun terakhir. 

Dari 513 kasus yang tercatat dalam SIMFONI Provinsi Bengkulu di tahun 2015 menurun drastis menjadi 265 kasus di tahun 2017.

Semangat perlindungan perempuan dan anak ini juga terus ditularkan oleh pemerintah daerah ke tengah masyarakat Bengkulu.

Misi utamanya adalah untuk mengoptimalisasi peran masyarakat khususnya perlibatan kaum laki-laki dalam perlindungan, pencegahan serta pendampingan korban kekerasan baik perempuan maupun anak-anak. 

“Provinsi Bengkulu sangat menyambut baik Kampaye HeFor She, karena kampanye ini sudah kami inisiasi sejak 2 tahun yang lalu. Maka dari itu untuk meneruskan kampanye ini, saya meminta para organisasi perangkat daerah dan juga Perguruan Tinggi di Provinsi Bengkulu untuk terus mengeluarkan program-program yang responsif gender,"kata Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. ***