logo

Indonesia Akan Jadi Negeri Digital Terbesar Di Asia Tenggara

Indonesia Akan Jadi Negeri Digital Terbesar Di Asia Tenggara

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melakukan sesi wawancara dengan media channel setelah menjadi narasumber pada Seminar Learning Innovation Summit 2018 di Jakarta, Rabu (14/3/2018).
14 Maret 2018 22:23 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah memroyeksikan Indonesia akan menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 dengan menargetkan 1.000 technopreneur, valuasi bisnis mencapai 100 miliar dolar AS, dan total nilai e-commerce sebesar 130 miliar dolar AS.

“Backbone-nya research center yang aplikatif, seperti techno park yang kami miliki,” ujar Menperin Airlangga Hartarto saat menjadi narasumber pada acara Learning Innovation Summit 2018 di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Beberapa techno park itu, antara lain Bandung Techno Park, Bali Creative Industry Center (BCIC) atau TohpaTI Center, Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam.

“Selain itu, kami juga bersama pihak swasta mendorong pengembangan Nongsa Digital Park (NDP) di Batam,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Airlangga menyebutkan, Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan revolusi industri keempat atau Industry 4.0 yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk manufaktur nasional agar lebih kompetitif di kancah global.

Keberadaan pusat-pusat inovasi sangat diperlukan untuk menunjang peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan penumbuhan wirausaha baru industri yang siap mengimplementasikan teknologi digital terkini.

Apalagi, Indonesia menjadi negara yang potensial untuk tumbuh dan berkembangnya perdagangan elektronik (e-commerce) karena menjadi pasar terbesar di ASEAN.

Potensi itu didukung dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, di mana penetrasi internet telah menjangkau sebanyak 90,5 juta jiwa dan di antara mereka sekitar 26,3 juta jiwa telah berbelanja secara online.

Saat ini, di ASEAN ada sekitar 7 unicorn atau perusahaan startup yang memiliki valuasi di atas 1 miliar dolar AS. Empat di antaranya dari Indonesia, yakni Bukalapak, Traveloka, Tokopedia, dan Gojek.

Menperin meyakini, perkembangan startup di Indonesia akan tumbuh signifikan seiring momentum bonus demografi yang dialami karena bisnis ini banyak diminati oleh generasi milenial. Untuk itu, anak-anak muda Indonesia diharapkan bisa menguasai bahasa Inggris, statistik, dan koding.

“Materi ini bisa dipelajari dalam kurun enam bulan, dan Indonesia siap menjadi solusi dalam digital ekonomi,” ucapnya.

Airlangga menambahkan telah menyiapkan platform digital bagi industri kecil dan menengah (IKM) melalui e-Smart IKM agar dapat memperluas pasar mereka.

Dalam pelaksanaan program e-Smart IKM, Kemenperin bekerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri untuk menjalankan workshop e-Smart IKM.

Sampai  2017, pelaksanaan program lokakarya ini telah diikuti sebanyak 1.730 pelaku IKM, dan ditargetkan pada tahun 2019 dapat mencapai 10 ribu IKM yang dapat diakses konsumen melalui marketplace.

Menperin juga tengah menyusun roadmap mengenai strategi Indonesia menerapkan teknologi Industry 4.0. Teknologi itu di antaranya artificial intelligence, internet of things, big data, robotics dan 3D printing.

“Ada lima lighthouse industry yang kami siapkan, yaitu indutri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronik, dan kimia,” tuturnya.

Menperin menambahkan, kekuatan ekonomi Indonesia dinilai sebagai salah satu pemain kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global.

Indonesia mampu memberikan kontribusi sebesar 2,5 persen terhadap pertumbuhan dunia, di mana capaian tersebut mengungguli sumbangsih dari Korea Selatan, Australia, Kanada, Inggris, Jepang, Brasil dan Rusia.

“Dari sektor manufaktur, Indonesia secara persentase untuk kontribusinya terhadap PDB, masuk dalam jajaran lima besar dunia. Mengungguli Jepang, India, dan Amerika Serikat. Bahkan ekonomi Indonesia sudah masuk dalam klub 1 triliun dolar, atau sepertiga dari ekonominya ASEAN,” ucapnya. ***