logo

Ketua DPR: Masyarakat Tak Perlu Risau Dengan UU MD3

Ketua DPR: Masyarakat Tak Perlu Risau Dengan UU MD3

Bambang Soesatyo (Ist)
14 Maret 2018 17:29 WIB

Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan, Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DRPD (UU MD3) otomatis berlaku mulai pukul 00.00 WIB, Kamis (15/3/2018) nanti. Dia pun berharap pemerintah telah memberikan nomor pada UU tersebut.

"Mudah-mudahan besok pemerintah sudah memberi nomor atas UU itu. Kemudian, bisa diundang-undangkan dan dilaksanakan," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).

Bamsoet menyatakan UU MD3 bukan untuk membuat anggota dewan kebal hukum. UU ini hanya mengatur tata cara di DPR. Tidak ada undang-undang yang merusak tatanan demokrasi yang ada. 

Oleh sebab itu, Bamsoet minta masyarakat tidak risau dan khawatir terkait UU MD3 ini. Menurut Bamsoet, tidak ada yang perlu  dikhawatirkan terkait keberadaan UU ini. "Karena, sesungguhnya UU MD3 hanya mengatur tata cara kami di DPR," ujarnya.

Bamsoet pun kembali berharap pemerintah segera memberikan nomor terhadap UU itu agar bisa segera dilaksanakan. Politikus Partai Golkar itu juga berharap publik tak khawatir dengan UU MD3 dengan sejumlah pasal yang dinilai kontroversial.

Pasal-pasal itu antara lain terkait imunitas anggota DPR, dan pemanggilan paksa pejabat negara, pejabat pemerintah, badan hukum, atau warga dengan meminta bantuan pihak kepolisian.

"Tidak ada yang namanya itu anggota DPR jadi kebal hukum, tidak ada. Tidak ada UU MD3 merusak demokrasi, tidak ada UU MD3 kemudian sewenang-wenang upaya pemanggilan paksa. Panggil paksa sudah ada sejak UU MD3 ada sejak dua tahun lalu ada, tapi apakah pasal tersebut digunakan sampai sekarang? Tidak ada," papar Bamsoet.

"Jadi enggak perlu dikhawatirkan soal adanya ancaman bagi demokrasi," ucapnya.

Bagi pihak-pihak yang merasa keberatan dengan UU MD3 ini, Bamsoet mempersilakannya untuk dilakukan uji materi Mahkamah Konstitusi (MK). ***

Editor : Pudja Rukmana