logo

Sudirman Said Ingin Kekayaan Dalam Negeri Dapat Diolah

 Sudirman Said Ingin Kekayaan Dalam Negeri Dapat Diolah

Sudirman Said
14 Maret 2018 17:15 WIB

Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Calon Gubernur Jateng nomor urut 2, Sudirman Said, Rabu (14/3/2018), memberikan kuliah umum di Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang. Kuliah umum bertempat di Fakultas Kedokteran Unissula ini, mengusung tema 'Kepemimpinan yang Bersih, Jalam Menuju Kesejahteraan yang Lestari'.

Di depan 1.300 mahasiswa dari 11 fakultas, beserta Rektor Unissula Prabowo Setyawan MT PhD, dan para dosen, Sudirman Said menegaskan, bahwa kehadirannya di kampus Unissula bukan untuk kampanye Pilgub Jateng, meskipun ia telah menyandang status sebagai calon gubernur.

"Tidak ada unsur kampanye disini. Saya tidak membagi alat kampanye, dan juga tidak membahas program kerja," tuturnya.

Pak Dirman, sapaan akrabnya, mengaku kehadirannya disini sebagai warga biasa, yang mengajar kepemimpinan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Dalam perkuliahannya, pasangan calon dari Ida Fauziyah ini mengajak para mahasiswa untuk mencermati prediksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia menuju 100 tahun kemerdekaan.

Kekayaan yang dimiliki Indonesia, hendaknya dapat diolah dan tidak lagi diperdagangkan dalam kondisi mentah, terlebih sekarang sudah banyak orang ahli. Ada 3 syarat yang harus dicermati seluruh elemen atas perkembangan di masa depan. Yakni korupsi dihapuskan, hukum ditegakkan, dan skill set disiapkan.

"Skill set harus mampu menjawab kebutuhan masa depan, supaya tidak terjadi pengangguran besar-besaran," jelasnya.

Disamping itu, Pak Dirman juga mengajak generasi millenial untuk membaca keadaan apa yang diperlukan ke depan selepas menyampaikan poin-poinnya.

Ketua panitia kuliah umum, Bejo Santoso, menyampaikan harapan dengan dilaksanakan kuliah umum ini bisa untuk kebaikan semua. "Pak Dirman termasuk merupakan tokoh nasional dengan track record bagus. Kami berharap dengan sharing knowledge dengan mahasiswa, akan menjadi kebaikan untuk semua," tuturnya.***

Editor : Silli Melanovi