logo

KKK Beri Teguran Pada PT Adhi Karya

KKK Beri Teguran Pada PT Adhi Karya

14 Maret 2018 17:09 WIB

Penulis : Silli Melanovi

SuaraKarya.id - JAKARTA: PT Adhi Karya (Persero) mendapat teguran dari Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) terkait kecelakaan konstruksi pada proyek Light Rail Transportation (LRT). Mendapat teguran dari KKK, PT Adhi Karya berjanji akan melakukan perbaikan terhadap sistem disiplin di lapangan.

Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Budi Harto mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap sistem disiplin yang ada dilapangan, khususnya untuk Kesehatan dan Kesalamatan Kerja (K3) dalam pengerjaan proyek infrastruktur.

"Kita akan memperbaiki sistemnya, disiplin di lapangan. Sistem aja. Kita kan enggak fatal, hanya kecil kecil gitu,"kata Budi Harto, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Menurut Budi, berdasarkan rekomendasi dari Menteri PUPR, maka teguran yang diterima dari Menteri BUMN adalah berupa peringatan tertulis. Hal itu, katanya, untuk memastikan agar bisa lebih berhati-hati dalam pelaksanaan proyek konstruksi.

"Tegurannya diingatkan secara tertulis saja. Ya supaya hati-hati. Tapi kan rekomendasi Menteri BUMN gitu. Supaya diberikan peringatan," jelasnya.

Sebagai informasi, Komite Keselamatan Konstruksi telah memberikan rekomendasi terkait sanksi bagi perusahaan konstruksi, khususnya BUMN, yang mengalami kecelakaan konstruksi. Rekomendasi tersebut, telah ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono selaku penanggung jawab Komite KKK.

Dalam rekomendasi tersebut, peringatan tertulis akan diberikan kepada PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya terhadap kecelakaan konstruksi yang terjadi. Sementara untuk PT Hutama Karya, akan diberikan peringatan tertulis dan sanksi untuk mengganti Kepala Proyek yang bertanggung jawab pada proyek double double track (DDT) Manggarai-Jatinegara.

Selanjutnya, peringatan tertulis dan sanksi juga diberikan kepada konsultan PT Virama Karya dengan mengganti Kepala Divisi yang bertanggung jawab pada proyek-proyek yang mengalami kecelakaan konstruksi.

Sedangkan PT Waskita Karya nantinya akan mendapatkan sanksi paling berat. Sanksi itu, berupa penggantian seluruh direksi akibat kecelakaan konstruksi yang terjadi pada proyek Tol Becakayu.