logo

Sekolah Desa Universitas Brawijaya Menjadi Penggembleng Kader Desa

Sekolah Desa Universitas Brawijaya Menjadi Penggembleng Kader Desa

Prof Dr Haryono Suyono (tengah) (foto, ist)
14 Maret 2018 16:37 WIB

Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - MALANG: Dalam kunjungan ke Malang hari Minggu lalu, Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Prof Dr Haryono Suyono bersama Dr Mulyono D Prawiro mendapat undangan silaturahmi dengan Ketua LPPM Universitas Brawijaya Dr Bambang Susilo didampingi lengkap sekretaris dan seluruh anggotanya, yang memiliki latar belakang berbagai ilmu dan pengalaman lapangan yang sangat luas.

Haryono Suyono, di Jakarta, Selasa (13/3/2018) menceritakan, pertemuan yang akrab itu membahas secara rinci pengalaman LPPM Universtas Brawijaya, dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi dibidang penelitian dan pemberdayaan masyarakat. Sekaligus, rencana pengembangan pusat-pusat pilot projeck pengembangan masyarakat lebih mendalam, pada berbagai kawasan pedesaan diseluruh Indonesia.

Dalam program studi dimasa lalu telah ditemukan berbagai hasil penelitian, yang dapat dimanfaatkan banyak kalangan sebagai referensi pembangunan di Indonesia. Dalam Studi mendatang, ujarnya, akan diusahakan pengembangan berbagai model dari hasil pendalaman, yang lebih sistematis pada berbagai daerah guna melengkapi pengetahuan kita.

Sehingga, dapat menjadi referensi yang sangat berguna untuk pembangunan masyarakat desa, yang lebih terarah di masa depan. Kepada para anggota LPPM sempat disajikan program utama Kementerian Desa PDTT, yang akhir-akhir ini menjadi perhatian yang sangat tinggi dari Menteri Eko Putro Sandjojo berupa tujuh program utama. Yakni pembangunan infrastruktur ekonomi pedesaan seperti jalan desa, jembatan, embung desa, drainase dan sarana irigasi, infrastruktur sosial kesehatan seperti PAUD, Posyandu, sumur, sambungan air bersih dan MCK.

"Ditambah empat program utama berupa Prukades, BUMDes, Embung Desa dan sarana olah raga," ujarnya. Kepada para anggota LPPM juga disampaikan bahwa pada tahun ini diadakan Padat Karya, yang ditujukan untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan mengurangi stunting yang masih marak di banyak daerah di Indonesia.

Dalam pertemuan yang akrab tersebut LPPM juga menyampaikan pengalaman pengadaan “Sekolah Desa” yang telah dicobakan kepada Kabupaten Jombang, untuk beberapa angkatan guna membantu aparatnya mengelola dana desa, yang secara melimpah dalam tiga tahun ini dialirkan langsung ke desa.

Melalui Sekolah Desa para peserta diberi pembekalan, agar mampu mengelola dana desa dengan baik dan terarah. Sehingga, tujuan dana desa untuk mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat makin tepat dan berhasil.

Editor : Silli Melanovi