logo

Ekspor Kopi Aceh Meningkat 200 Persen

Ekspor Kopi Aceh Meningkat 200 Persen

Ilystrasi kopi gayo. (ist)
14 Maret 2018 14:04 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - BANDA ACEH: Nilai ekspor kopi gayo Aceh meningkat tajam 200 persen selama 2017 dibandingkan 2016. Tahun 2017, nilai ekspor komoditi kopi, teh, dan rempah-rampah Aceh tembus angka 34.411.949 dolar AS lebih tinggi dibandingkan periode sama pada 2016 yang hanya mencapai 11.466.585 dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Wahyudin, di Banda Aceh, Rabu (14/3/2018) menyebutkan, kenaikan itu dikarenakan pasar internasional semakin menyukai kopi Aceh, khususnya jenis arabika dan robusta yang diproduksi di daerah dataran tinggi seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Amerika Serikat tercatat sebagai tujuan terbesar dari beberapa negara yang diekspor melalui Pelabuhan Belawan di Medan, Sumatra Utara.

Wahyudin menyebut, total nilai ekspor dari 14 kelompok komoditas asal Aceh melalui pelabuhan di luar provinsi ini pada 2017 tercatat sebesar 66.761.131 dolar AS. Sedangkan ekspor melalui pelabuhan di Aceh tercatat 8 kelompok komoditi nonmigas provinsi dengan jumlah total senilai 77.827.460 dolar AS. "Kalau untuk ekspor komiditas kopi, memang sampai saat ini pelabuhan di luar Aceh lebih siap dalam segala hal," ujarnya seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Setdakab Aceh Tengah, Mustafa Kamal mengatakan, kopi jenis arabica Gayo telah diekspor ke-17 negara dengan importir terbesar Amerika Serikat. "Hingga kini, ekspor terbesar kopi kita masih ke Amerika. Secara bertahap, mulai ekspor ke negara-negara di Eropa dan Asia Pasifik," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Rahmandi mengatakan produksi kopi arabika dalam 8 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Tahun 2016 produksinya mencapai 31.375 ton, sedangkan 2009 hanya 27.777 ton per tahun. ***