logo

Uu Ruzhanul Ulum Sosok Sederhana Namun Cerdas

Uu Ruzhanul Ulum Sosok Sederhana Namun Cerdas

Uu Ruzhanul Ulum. (ist)
14 Maret 2018 02:35 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - BANDUNG: Kandidat wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum adalah sosok sederhana dan cerdas serta mempunyai jejak positif memimpin Tasikmalaya. Pengalaman itulah yang membentuk karakternya tampak menjadi pribadi pendiam dan sederhana, namun banyak kerja, sesuai dengan budaya masyarakat Sunda.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Rindu, Arfi Rafnialdi mengungkapkan, kepemimpinan Uu di Kabupaten Tasikmalaya membentuk karakternya senantiasa bekerja cepat, memiliki banyak ide dan gagasan. “Tidak mungkin dia bisa memecahkan persoalan secara taktis dan tepat tanpa memiliki pengalaman memimpin wilayah,” katanya, Selasa (23/3/2018), di Bandung.

Arfi menilai Kang  Uu sering memberikan masukan yang cerdas. Contoh, ketika merumuskan visi misi Rindu dan saat dia diwawancarai media. “Dia sangat lancar menyampaikan gagasan cerdasnya tentang bagaimana  mennejahterakan masyarakat. Tidak mungkin ide dan gagasan brilian itu keluar, tanpa dia memiliki  pengalaman dalam pemecahan masalah,” ujarnya.

Koordinator Relawan Jabar Juara, Hanief Mochammad menambahkan, Kang Uu adalah orang cerdas dan sangat beruntung. Dalam usia muda, dia  sudah menjabat ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, disusul Bupati Tasikmalaya 2 periode.

“Melihat kariernya politiknya yang moncer, kita bisa melihat bahwa Kang Uu adalah tokoh patut diperhitungkan. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dia berani untuk maju dan mengambil keputusan,” katanya.

Cara berkomunikasinya juga memiliki gaya verbal yang bagus dengan tutur bahasa sederhana. Dia mampu menyampaikan persoalan-persoalan rumit di wilayah kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti. “Yang dibutuhkan sekarang ini adalah pemimpin yang bisa mengkomunikasikan persoalan-persoalan dengan bahasa yang sederhana agar pesan itu mudah diterima masyarakat,” ujarnya.

Hanief menilai Kang Uu dan Kang Emil,  bisa saling melengkapi, karena memiliki pengalaman yang berbeda, yang satu pernah memimpin pedesaan, yang satu memimpin perkotaan. “Gaya komunikasi Kang Emil mudah diterima di kalangan perkotaan, sementara Kang Uu bisa  menjadi komunikator untuk masyarakat di pedesaan, jadi keduanya saling melengkapi,” kata dia.  

Selama menjadi Bupati Tasikmalaya 2 periode, sekitar 40 penghargaan diraihnya. Pada tahun 2012,  di tahun pertamanya memimpin kota santri itu,  Kang Uu berhasil menaikkan prestasi kinerja ASN dari rangking 250 pada 2011 menjadi rangking 20. “Itu lompatan yang luar biasa dalam mengawali kariernya sebagai bupati,” ujar Hanief.

Prestasi lainnya antara ini, meraih penghargaan dalam hal penyerapan anggaran terbaik ketiga tingkat nasional, penghargaan sebagai bupati paling peduli pada sosial kemasyarakatan dari Presiden Joko Widodo.

Penghargaan di bidang pertanian juga diraihnya dari Presiden Jokowi selama 3 tahun berturut-turut karena mampu meningkatkan produksi gabah kering 10 persen. Sementara penghargaan dari Menteri Dalam Negeri, sebagai pembina desa terbaik.

“Semua penghargaan itu adalah  hadiah, karena saya bekerja bukan untuk meraih penghargaan, tapi menjalankan amanah yang dititipkan oleh rakyat kepada saya. Sebagai bupati saya adalah pelayan bagi rakyat saya,” ucap Uu. ***

Editor : Laksito Adi Darmono