logo

Aksinya Di 44 Negara, Tim FBI Dan Cyber Polda Ungkap Kelompok Peretas Surabaya

Aksinya Di 44 Negara, Tim FBI Dan Cyber Polda Ungkap Kelompok Peretas Surabaya

Para tersangka peretas sistem pengamanan di website. (ist)
13 Maret 2018 18:46 WIB

Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kelompok peretas “Surabaya Black Hat” (SBH) tiba-tiba mencuat, menyusul aksi mereka  meretas sistem pengamanan website, sehingga meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Informasi awal dari kelompok kejahatan kerah putih ini berasal dari Federal Bureau Investigation (FBI), Amerika Serikat.

FBI menyebut ada ratusan website diretas.  "Sekarang masih penyidikan kemungkinan bisa bertambah jumlahnya," kata Kepala Subdirektorat Cyber Crime AKBP  Roberto Pasaribu di Jakarta Selasa (13/3/2018).

Lebih lanjut Roberto menjelaskan, FBI menginformasikan adanya kerusakan sejumlah sistem pengamanan situs pada beberapa negara. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti  penyidik Polda Metro dengan melakukan analisis.

Analisis yang dilakukan selama dua bulan menunjukkan, kelompok SBH,  telah  meretas ratusan situs yang tersebar pada 44 negara. Jumlahnya mencapai  3.000 sistem pengamanan website. Pelakunya  mahasiswa asal Surabaya Jawa Timur bernama kelompok SBH.

Tm penyidik Cyber kemudian melakukanpenangkapan terhadap ketiganya, yaitu berinisial KPS, ATP dan NA . Usia antara 22 hingga 24 tahun.

Para tersangka menjalankan modus merusak sistem pengamanan situs kemudian menawarkan jasa perbaikan melalui Paypal dan Bitcoin kisaran Rp5 juta dengan ancaman jika tidak membayar maka sistem situs akan rusak.

“Mereka telah melakukan aksi peretasan sejak 2017, pendapatan yang mereka hasilkan berkisar 50 juta sampai 200 juta,” jelas Roberto.

Para tersangka dikenakan pasal 29 ayat (2) jo pasal 45B, pasal 30 jo pasal 46, pasal 32 jo pasal 48 UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No.11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi Transaksi Elektronik)