logo

ITS Ciptakan Kapal Survei Otomatis

  ITS Ciptakan Kapal Survei Otomatis

Kapal survei hidro-oceanografi tanpa awak ciptaan ITS
13 Maret 2018 18:41 WIB

Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Departemen Teknik Geomatika bekerjasama dengan Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)mengembangkan kapal mungil tanpa awak untuk survei hidro-oceanografi. Kapal tanpa awak yang dapat bergerak secara mandiri itu merupakan kapal survei yang menerapkan teknologi otomasi pertama di Indonesia.

Menurut Ketua Tim Peneliti, Danar Guruh Pratomo, kapal ini merupakan Autonomous Unmanned Surface Vehicle (A-USV) yang bekerja menggunakan sensor optik dan akustik untuk memantau keadaan di bawah permukaan laut. "A-USV ini dilengkapi sistem navigasi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan sensor optik untuk mengetahui posisi dan keadaan di sekitar permukaan perairan," ujarnya di Surabaya, Selasa (13/3/2018).

Sementara untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan perairan, kapal ini sudah dilengkapi dengan kamera bawah air dan sensor akustik (echosounder). Fasilitas ini memiliki kemampuan untuk melakukan down imaging untuk mengukur kedalaman air dan side imaging scan yang berfungsi untuk mengetahui gambaran di dasar perairan dan sebaran sedimen dasar laut.

Kapal tanpa awak ini, kata dia, bisa digunakan untuk banyak hal. Salah satunya untuk survei pemantauan kondisi terumbu karang di lautan.

Untuk mengoperasikannya, operator harus memprogramkan jalur survei pada sistem komputasi kapal. Selanjutnya kapal akan berjalan sesuai dengan jalur yang telah diprogramkan.

Kapal ini sudah dilengkapi collision avoidance system agar dapat menghindar secara otomatis bila di depannya terdapat hambatan. "Kapal ini juga dilengkapi sensor yang memungkinkan kapal kembali ke titik semula, bila baterainya akan habis," ujarnya.

Kelemahan kapal ini, kata dia, teknologi yang tersedia masih mengharuskan kapal ini membawa ecoshounder selama survei. Sehingga data baru bisa diolah ketika kapal selesai berlabuh di titik akhir.

Imbasnya, lanjut dia, bila terjadi sesuatu pada kapal selama proses pengambilan data, maka otomatis kapal ini akan menghilang bersama data yang belum sempat direkap. "Untuk mengatasi kendala ini, kami berencana melakukan kerjasama dengan Departemen Teknik Informatika untuk mengembangkan sistem telemetri pada Geomarine 1," ujarnya.

Telemetri merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan penggunanya mengirimkan data dari jarak jauh. Melalui teknologi tersebut A-USV dapat mengirimkan data secara real time saat survei kepada operator.

Danar juga berencana untuk memodifikasi bentuk dari kapal sehingga lebih tahan terhadap ombak dan lebih mudah untuk dibawa. Saat ini, kapal model A-USV hanya bisa digunakan di permukaan air dengan goncangan yang sedang, seperti pinggir laut ataupun danau. ***

Editor : Pudja Rukmana