logo

Presiden Harus Kembali Nyatakan Perang Melawan Narkoba

Presiden Harus Kembali Nyatakan Perang Melawan Narkoba

HM Ashraf Ali
08 Maret 2018 00:00 WIB

Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Politisi senior Partai Golkar di DPRD DKI Jakarta HM Ashraf Ali angkat bicara dengan nada keras, menyikapi maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Ia pun setuju dengan ultimatum 'tembak mati' bagi pengedar narkoba yang tertangkap.

Lebih jauh Ashraf Ali menggambarkan fenomena membanjirnya narkoba di Tanah Air ibarat air bah. Kedatangan narkoba dari luar negeri sangat mengerikan, berton-ton, sehingga seberapa besar kekuatan untuk menghadangnya, sulit mengukurnya.

Ia menduga, hal itu karena ada grand strategi secara politik untuk menghacurkan bangsa Indonesia.

"Perdagangan dan peredaran narkoba di Indonesia ini adalah permainan kartel, dikendalikan oleh mafia yang punya kekuatan dana dan sarana yang luar biasa besar. Sebab, bisnis ini sangat berisiko tinggi, tetapi juga menjanjikan keuntungan uang yang luar biasa besar, sehingga pelakunya pun berani berisiko mati," ujar Ashraf Ali.

Namun, negara harus solid dan kuat. Tidak boleh kalah dari mafia narkoba. Kinerja Badan Nasional Narkoba (BNN) dan jajaran Polri sudah sangat luar biasa.

"Kalau tidak ada BNN dan polisi, negara ini sudah hancur, karena ancaman perdagangan narkoba dari luar negeri ini bak air bah yang sulit diukur kekuatannya. Tinggal seberapa besar kekuatan untuk membendungnya saja," kata Ashraf.

Ancaman besar seperti ini pernah dialami negara China, manakala masyarakatnya hancur lebur karena narkoba (candu). Namun, berkat burung walet dari Indonesia, mereka bisa disembuhkan, dilakukan perombakan menyeluruh, sehingga saat ini bangsa China sudah mulai bebas dari narkoba.

Ashraf  menambahkan, seluruh kekuatan negara ini harus bersatu padu, perang melawan narkoba. Polisi, TNI, pejabat negara, pengusaha, dan seluruh komponen masyarakat harus bersatu menghadapi narkoba.

Tidak perlu lagi ada kampanye anti narkoba, pencanangan bulan narkoba, sosialisasi anti narkoba dan duta anti narkoba, kalaupun pada akhirnya di antara mereka justru menjadi pengedar narkoba. Itu semua hanya membuang- buang uang negara. Tidak bermanfaat apa-apa.

Menurut Ashraf Ali, peredaran narkoba tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan hukum an sich. Namun, harus ada sikap tegas dari aparat. "Kalau ada narkoba harus disikat, dihabisi secara bersama-sama. Tembak mati, pilihan paling tepat," ucapnya.

Selain itu harus ada gerakan yang masif dan total seluruh negeri melawan narkoba.

"Sebenarnya sudah sejak 2006 saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mestinya menyatakan perang melawan narkoba, namun hal itu tidak dilakukan. Nah, baru sekarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan perang melawan narkoba," ucapnya.

Ashraf Ali menegaskan, jika Presiden Jokowi menyatakan perang melawan narkoba, maka seluruh kekuatan bersenjata harus bergerak. Ashraf Ali mendukung penuh tekad Kepala BNN Irjen Pol Heru Winarko yang telah menyatakan tembak mati bagi pengedar narkotika yang tertangkap. 

"Pernyataan Kepala BNN Irjen Pol Heru Winarko harus didukung semua pihak. Dan,  perlu dilaksanakan secepatnya," katanya. ***

Editor : Pudja Rukmana