logo

Pelaku Penembakan Di SMA Florida Sudah Ditangkap,  Sedikitnya 14  Orang Jadi Korban

Pelaku Penembakan Di SMA Florida Sudah Ditangkap,  Sedikitnya 14  Orang Jadi Korban

Seorang pria yang diborgol dikawal polisi di dekat SMA Marjory Stoneman Douglas setelah penembakan di Parkland, Florida, 14 Februari 2018. (VOA Indonesia)
15 February 2018 07:17 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id -FLORIDA: Polisi di distrik Broward, Florida mengatakan tersangka pelaku penembakan di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Parkland, Florida, Rabu siang (14/2) telah ditangkap. Associated Press melaporkan penembak diidentifikasi sebagai laki-laki berusia 18 tahun, mantan siswa di sekolah tersebut.

Belum ada rincian lain yang disampaikan tetapi stasiun televisi lokal melaporkan sedikitnya ada 14 korban. Polisi belum memberi informasi tentang korban atau seberapa serius luka yang diderita. Namun informasi lain menyebutkan sedikitnya 2 orang tewas.

Laporan VOA Indonesia menyebutkan, Senator Bill Nelson dari negara bagian Florida mengatakan kepada stasiun televisi CNN bahwa berdasarkan informasi yang didapatnya dari otorita sekolah, "ada sejumlah korban tewas."

Polisi menggambarkan situasi itu sebagai "situasi aktif" ketika mereka mencari kemungkinan adanya penembak lain. FBI juga melakukan penyelidikan.

Beberapa korban tampak dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.

Sejumlah siswa mengatakan semua hal di dalam sekolah tampaknya normal ketika terdengar alarm kebakaran. Mereka mengatakan mendengar beberapa letusan senjata api ketika meninggalkan gedung sekolah, dan sejumlah siswa berlari kembali ke dalam sekolah untuk berlindung.

Polisi dan tim medis mengelilingi lokasi dan menyerukan kepada setiap orang yang tidak seharusnya berada di lingkungan itu untuk menjauh.

Presiden Donald Trump menyampaikan "doa dan belasungkawa" kepada korban dan keluarga mereka lewat Twitter. "Tidak seorang siswa, guru atau siapapun seharusnya merasa tidak aman di sekolah Amerika," cuitnya.

Tetapi Senator Chris Murphy dari negara bagian Connecticut menyalahkan Kongres atas apa yang disebutnya sebagai "momok" penembakan di sekolah. "Apa yang terjadi di sini bukan suatu kebetulan, atau karena nasib buruk, tetapi karena konsekuensi atas apa yang tidak dilakukan. Kita bertanggungjawab atas kekejian massal yang terjadi di negara ini, yang tidak ada bandingannya dimana pun juga," ujar Murphy.

Connecticut adalah negara bagian di mana terjadi insiden penembakan di sekolah dasar Sandy Hook tahun 2012, yang menewaskan 20 siswa dan enam guru. ***