logo

Fakta Menarik Fachri Albar, Pernah Masuk DPO Polisi

Fakta Menarik Fachri Albar, Pernah Masuk DPO Polisi

Fachri Albar (Ist)
15 Februari 2018 06:18 WIB

Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ada satu fakta menarik terkait sosok Fachri Albar (36 tahun) yang kini jadi tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Dari kliping pemberitaan di media massa tahun 2007 silam, Fachri Albar rupanya pernah berurusan dengan pihak berwajib terkait kasus narkoba juga. 

Ketika itu, polisi menemukan kokain di kamar bintang film 'Pengabdi Setan' tersebut. Penemuan itu terungkap setelah ayahnya, Ahmad Albar, vokalis God Bless, diciduk petugas kepolisian karena keterlibatan dalam jaringan narkotika. 

Terang saja, nama Fachri pun sempat masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Namun, beberapa waktu kemudian, Fachri menyerahkan diri ke Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kini, artis peran Fachri Albar terancam hukuman 12 penjara setelah menjadi tersangka kasus narkoba pasca diamankan Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan. Anak Ahmad Albar itu ditangkap ketika baru bangun tidur di rumahnya di kawasan Cirendeu, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018) pagi. 

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan satu paket sabu seberat 0,8 gram, 13 butir Dumolid, satu butir Camlet, dan satu puntung ganja sisa pakai. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyidikan secara lebih dalam terkait kepemilikan barang haram yang didapatkan di kediaman Fachri Albar. 

"Tersangka dijerat Pasal 112 subsider 111 UU Narkotika dengan ancaman paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Rabu (14/2/2018).

Polisi masih terus mendalami kasus tersebut karena menurut pengakuannya, barang tersebut dibeli dari seseorang yang ia lupa identitasnya, sekitar sebulan lalu. "Tapi pas tes urine positif, jadi kita bisa katakan yang bersangkutan memang baru menggunakan," ujarnya.

Menurut Mardiaz, awal mula penangkapan Fachri Albar terkait kasus narkoba merupakan tindak lanjut dari laporan yang diterima lewat  sistem online pihak kepolisian. Ditegaskan, penangkapan Fachri bukan bagian dari pengembangan kasus narkotika sebelumnya. ***

Editor : Pudja Rukmana