logo

Siswi SMA Rugi Belasan Juta Setelah Kena Hipnotis

Siswi SMA Rugi Belasan Juta Setelah Kena Hipnotis

Siswi SMA yang kena hipnotis
15 February 2018 00:02 WIB
Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id -DEPOK: Nabila Anistiara, siswi kelas 12 SMA Putra Bangsa, kena hipnotis oleh orang yang tidak dikenal saat melintas di Jalan Kober Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (14/2/2018) sore. Si pelaku meminta telepon selular dan perhiasan milik korban, sehingga dia merugi belasan juta rupiah.

Salah satu ketua RT di Kelurahan Pondok Cina, Ahmad Fauzi, mengatakan, korban ditemukan di Jalan Kober dengan kondisi lemas.

“Saat kita melintas di Jalan Kober melihat korban dengan kondisi lemas di depan warung. Saya tanya korban lalu dijawab dia kena hipnotis oleh orang yang tidak dikenal,” ujarnya.

Setelah kondisi korban sudah membaik, korban diantarkan Fauzi ke rumahnya di Gang Al Furgon, Kelurahan Pondok Cina.

Sementara itu korban menuturkan, dia pulang dari sekolahnya dengan menumpang angkot di Jalan Kedondong. Dia turun di Jalan Margonda seberang Jalan Kober lalu berjalan kaki menuju rumahnya di Gang Al Furqon.

Saat melintas di depan rumah kos, korban dihampiri pelaku yang mengenakan satu unit sepeda motor jenis matic.

Pelaku mengaku sebagai anggota atau petugas dengan memperlihatkan Kartu Tanda Anggota dan menanyakan dirinya sekolah di mana dan kelasnya.

Korban percaya saja dengan pelaku dikarenakan pakaian bagian celana yang dipakai pelaku mirip dengan anggota keamanan.

“Pelaku menanyakan sekolah di mana, rumah di mana. Pelaku juga mengaku sedang mencari orang, ngakunya anggota,”katanya.

Selang berapa waktu kemudian usai melakukan percakapan yang singkat pelaku melakukan aksinya.

Tanpa sadar pelaku kemudian meminta semua barang berharga milik korban. “Secara tiba-tiba pelaku minta telepon genggam dan cincin lalu pergi. Saya baru sadar berapa menit kemudian kalau barangnya sudah diserahkan atau diambil oleh pelaku yang langsung kabur,” katanya.

Setelah kaget barangnya diambil pelaku korban langsung lemas dan beristirahat di salah satu warung kemudian dibantu oleh pengurus ketua RT.

Korban masih mengenal pelaku dengan ciri-ciri gendut dan gigi ompong saat melakukan aksinya mengenakan jaket hitam.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto