logo

Jalan Berbayar Tidak Diterapkan Di Jalan Rasuna Said

Jalan Berbayar Tidak Diterapkan Di Jalan Rasuna Said

ERP di Jalan Rasuna Said sudah diujicobakan, tetapi batal dipasang. Ini akan menjadi preseden buruk bagi investasi asing di Jakarta.
14 February 2018 16:59 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id -JAKARTA: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI menargetkan penerapan jalan berbayar atau sistem Electronic Road Pricing (ERP) dapat direalisasikan tahun depan.

Pembangunan infrastruktur jalan berbayar tersebut nantinya juga akan diselaraskan Mass Rapid Transit (MRT).

Hal itu dikatakan Kepala Dishubtrans DK Andri Yansyah. Mantan Camat Jatinegara ini menambahkan, proyek MRT akan dibangun dalam dua tahap.

Pembangunan tahap pertama dipusatkan dari Bundaran Senayan hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"MRT Jakarta dijadwalkan sudah beroperasi pada Maret 2019. Kita akan selaraskan pembangunan tahap pertama ERP dengan MRT Jakarta," ujarnya, Rabu (14/2/2018).

Ia menjelaskan, dengan adanya penyelarasan ini, pembangunan sistem ERP pun dirubah dari semula di Jalan Sudirman dan Rasuna Said menjadi Bundaran HI-Senayan dan Jalan Medan Merdeka Barat. "Jadi kami bangunnya bukan lagi dari utara ke selatan, tapi dari selatan ke utara karena akan diselaraskan dengan MRT," katanya.

Andri mengaku saat ini pihaknya belum dapat menentukan tarif ERP. Namun tarif yang akan diterapkan merupakan tarif fluktuatif. Artinya saat jam sibuk, tarif ERP dikenakan lebih tinggi.

"Karena ERP ini tidak semata-mata untuk meningkatkan PAD. Tapi juga untuk menyeimbangkan kapasitas jalan dengan volume kendaraan," ucapnya.

Perubahan ini sangat kontras. Sebab, di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama akias Ahok dan Djarot Saiful Hudayat sudah dilakukan uji coba ERP untuk Jalan Rasuna Said.

Editor : Yon Parjiyono