logo

Konsep Destinasi Digital Hanya Ada Di Indonesia

Konsep Destinasi Digital Hanya Ada Di Indonesia

destinasi digital, generasi pesona indonesia, GenPI, wisata instagramable, kemenpar, menpar arief yahya
14 February 2018 15:41 WIB
Penulis : Suki Serocksia

SuaraKarya.id -JAKARTA: Inovasi terus dikembangkan pada destinasi digital. Produk berupa pasar yang dikelola Generasi Pesona Indonesia (GenPI) dikemas lebih instagramable di 2018.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, konsep destinasi digital hanya bisa ditemui di Indonesia. Destinasi digital jadi konsep pembeda dengan pariwisata negara lain. Tak heran jika kids zaman now memberi perhatian lebih terhadap destinasi itu.

Buktinya, taggar #CEOMessageDestinasiDigital menjadi trending topic di Twitter pada Selasa (13/2/2018) pukul 09.41 WIB. Kesan destinasi digital semakin diperkuat setelah rapat koordinasi dilakukan secara live dari Kantor Kementerian Pariwisata melalui Youtube.

"Destinasi digital itu vital. Di banyak forum, destinasi digital terus saya presentasikan. Destinasi itu akan mengakomodir kebutuhan kids zaman now. Destinasi itu harus heboh di dunia maya, viral di media sosial, lalu nge-hits di instagram. Syarat utama membangun destinasi digital yaitu harus layak foto atau fotogenik," kata Arief Yahya.

Untuk menjawab semua tantangan, destinasi digital menyediakan 1.001 spot foto. Menteri Arief menambahkan, konseptor destinasi digital harus mengacu komposisi gambar untuk screen handphone. Tujuannya, untuk memuaskan capture foto pengunjung yang akan diviralkan.

"Spot foto harus melahirkan banyak impressions. Ketika orang berdiri di sana, sudutnya 360 derajat. Dari sudut manapun, dari atas sampai bawah, harus penuh dengan objek foto," kata ia menambahkan

Konsep baru destinasi digital tersebut akan diterapkan di pasar milik GenPI. Formulasi itu juga menyempurnakan konsep 3F, yaitu friends, followers, hingga fans.

Sejak triwulan ke-IV tahun lalu, destinasi digital sudah memiliki 7 Pasar GenPI yang nantinya harus mandiri. Jumlah untuk 2018 akan terus ditambah menjadi 100 Pasar.

"Pasar GenPI harus berdiri sendiri. Untuk mandiri, kuncinya terus mengasah kreativitas. Pasar-pasar destinasi digital tersebut akan jadi kekuatan baru pariwisata. Mereka akan ngetop. Untuk itu, target 100 pasar GenPI tahun ini harus terealisasi," kata Arief melanjutkan.

Pasar GenPI diawali dari Kendal, Jawa Tengah, dengan nama Pasar Karetan. Aksi langsung digeber November lalu melalui Pesona Festival Kuliner Pasar Karetan. Festival ini menyajikan 30 menu kuliner, ada gendar pecel, bandeng cabut duri, urap mangrov, buntil, dan mangut mrengut. Jajanan pasar juga disajikan di sini. Kehadiran Pasar Karetan mendapatkan respons luar biasa dari masyarakat.

Sukses di Pasar Karetan menjalar ke tempat lain. Pasar Pancingan pun muncul di Lombok, lalu Padang memiliki Pasar Siti Nurbaya. Pasar Baba Boen Tjit ikut didirikan di Palembang, dan ada juga Pasar Tahura Lampung, Pasar Kaki Langit Yogyakarta, hingga Pasar Mangrove di Batam.

Menteri asal Banyuwangi itu menjelaskan, destinasi digital harus menggunakan treatment tidak biasa. Destinasi digital itu harus dibungkus. Konsep pasar itu sebenarnya sudah ideal. Sekarang itu tinggal terus disempurnakan melalui inovasi. Sebab, untuk melahirkan hal-hal yang luar biasa harus memakai ide-ide yang tidak biasa. Hal ini harus dilakukan terus.

Mengawali 2018, Pasar Kampung Bekelir diluncurkan di Babakan, Tangerang, Minggu (11/2). Pasar ini sangat instagramable. Ada banyak spot keren untuk selfie. Koneksi internetnya juga sangat bagus. Pasar Kampung Bekelir memiliki menu yang bervariasi, mulai kuliner hingga aneka kerajinan. Beragam hiburan juga disajikan di sana.

Menteri Arief berharap daerah-daerah juga membangun pasar dengan konsep destinasi digital. "Silahkan daerah lain membangun destinasi digital. Konsep ini terbuka untuk siapapun, dari sama saja. Yang penting menghidupkan atraksi wisata. Konsepnya juga jangan lupa instagramable, banyak spot foto, dan layak posting di media sosial," kata Arief mengakhiri.

Editor : Silli Melanovi