logo

Meninggal, Suami Ratu Denmark Tak Mau Dikubur Dekat Makam Istrinya

Meninggal, Suami Ratu Denmark Tak Mau Dikubur Dekat Makam Istrinya

Pangeran Hendrik (alm). (ist)
14 February 2018 15:26 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id -KOPENHAGEN: Suami Ratu Denmark Margrethe II, Pangeran Henrik, meninggal pada usia 83 tahun setelah dirawat akibat sakit paru-paru. Kerajaan telah mengonfirmasi meninggalnya Pangeran Henrik pada Rabu (14/2/2018).

"Yang Mulia Pangeran Henrik meninggal pada Selasa, 13 Februari 2018, pukul 23.18 di Istana Fredensborg," begitu pernyataan dari kerajaan Denmark.

Kediaman kerajaan terletak sekitar 40 km dari Copenhagen. Pangeran Henrik wafat dengan dikelilingi istrinya dan dua putra mereka.

Kerajaan juga mengumumkan bahwa pangeran Henrik telah dirawat di rumah sakit sejak Januari 2018 karena infeksi paru-paru, dan telah kembali ke rumah untuk menghabiskan saat-saat terakhirnya.

Lahir dengan nama Henri Mare Jean Andre de Laborde de Monpezat pada 11 Juni 1934 di Talence, Prancis, dan menikah dengan Margrethe, pewaris tahta Denmark, pada Juni 1967.

Margrethe dinobatkan menjadi ratu pada Januari 1972 dan Henrik tidak merahasiakan kekecewaannya terhadap kerajaan karena gelar bangsawannya tidak berubah menjadi raja.

Dia didiagnosis menderita demensia pada September 2017 setahun setelah Pangeran Henrik pensiun dari tugas kerajaan pada 2016.

Dalam wasiatnya, dia mengungkapkan keinginannnya untuk tidak dikubur di samping istrinya, karena dia tidak pernah dianggap setara dengan ratu.

Di kerajaan biasanya pria yang menikah dengan ratu berarti menjadi suami ratu, bukan menjadi seorang raja. Namun, Henrik berpikir hal tersebut tidak adil dan menyebutnya sebagai diskriminasi gender.

"Istri saya menjadi ratu dan saya senang dengan keputusan itu. Tapi sebagai seorang manusia, dia harus tahu bahwa jika pria dan wanita menikah, mereka setara," katanya semasa hidup.

Pasangan kerajaan secara tradisional dimakamkan bersama di Katedral Roskilde, sebelah barat Kopenhagen.

Pernyataan dari istana tidak menyebutkan di mana sang pangeran akan dimakamkan, apalagi adanga wasiat itu. ***