logo

PKB Jateng Kecam Maraknya Tindak Kekerasan

 PKB Jateng Kecam Maraknya Tindak Kekerasan

Ilustrasi tindak kekerasan
14 Februari 2018 15:15 WIB

Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Tengah, memberikan pernyataan sikap atas maraknya kasus kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini. PKB berharap, kekerasan itu bisa dihentikan serta persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa selalu dijaga.

Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah, Sukirman, mengatakan ada enam poin pernyataan sikap yang disampaikan melalui aksi di Bundaran jalan Pahlawan, Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Selasa (13/2/2018).

Pertama, menyesalkan semua kebiadaban yang sarat dengan sentimen keagamaan. Pernyataan ini merujuk pada sejumlah kejadian, mulai dari tindakan persekusi pada Biksu Mulyanto Nurhalim di Kabupaten Tangerang 7 Februari lalu.

Kemudian serangan di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog, Yogyakarta, Minggu (11/2/2018). Sebelumnya juga terjadi serangan pada tokoh NU dan pengasuh Ponpes Al Hidayah Cicalengka Bandung, serta pimpian Pusat Persis.

“Kedua, DPW PKB Jawa Tengah mengingatkan pemerintah, pemuka agama, elit ormas, bahwa potret riil kerukunan itu terletak di tingkat akar rumput. Kerukunan umat beragama tak cukup hanya dibangun dengan simbol elit dalam rapat pertemuan antar agama. Tapi relasi antar umat beragama di level bawah,” kata Sukirman.

Ketiga, pihaknya mengapresiasi sikap pemerintah yang menginisiasi pertemuan pemuka agama untuk membangun kesefahaman tentang etika lintas umat beragama demi kerukunan.

Keempat, aparat keamanan hendaknya mewaspadai dan mencegah pola-pola gangguan keamanan yang menyasar tokoh-tokoh agama. Bisa jadi ada pihak-pihak yang memanfaatkan sentimen agama untuk memecah belah kerukunan bangsa.

Kelima, Wakil Ketua DPRD Jateng ini menegaskan pihaknya mengingatkan pemerintah akan lemahnya penegakan hukum atas kasus-kasus serupa akan mengundang tindakan kekerasan lainnya dan bahkan lebih besar.

"Sedang yang keenam, mengingatkan pada sesama parpol agar tidak menggunakan cara-cara kotor dalam proses Pilkada serentak. Hal itu justru akan memecah belah kerukunan bangsa," pungkasnya.***

Editor : Silli Melanovi