logo

Politikus Golkar Minta Pemda Lebih Siaga Bencana

  Politikus Golkar Minta Pemda Lebih Siaga Bencana

Ferry Wawan Cahyono
14 Februari 2018 14:09 WIB

Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Politikus Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, mengingatkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) baik Pemprov, Pemkab dan Pemkot di Jawa Tengah bisa lebih meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

"Ini perlu saya sampaikan. Karena cuaca ekstrem masih terus menerpa berbagai daerah, hingga menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor yang membuat masyarakat menderita," tegas Ferry Wawan Cahyono kepada Suara Karya.id, Rabu (14/2/2018).

Menurut Ferry, kesiapsiagaan bencana itu sangat penting. Apalagi Provinsi Jawa Tengah, merupakan daerah rawan bencana banjir maupun tanah longsor. Di saat musim sedang ekstrem, hujan deras terus mengguyur seperti sekarang, maka seluruh aparatur Pamerintahan Daerah, harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaannya.

"Tentu saja, kesiapsiagaan harus ditindaklanjuti dengan darurat bencana serta kesiapan personel dan logistik," papar Ferry.

Sekretaris DPD I Partai Golkar Jawa Tengah ini menjelaskan, jika darurat bencana sudah diterapkan, personel dan logistik juga sudah siap, tentu ini akan sangat membantu para korban banjir di tempat-tempat pengungsian. Terutama, mereka tidak akan terkendala masalah bahan makanan serta obat-obatan.

Selain itu, kalau segala sesuatunya sudah dipersiapkan dengan baik, apabila bencana banjir ataupun tanah longsor tiba, maka langkah-langkah mitigasi bencana bakal berjalan secara baik.

Ke depan, Ferry menambahkan, langkah-langkah yang bersifat strategis dan komprehensif perlu diterus dilakukan, supaya bencana banjir dan tanah longsor dapat diminimalisir.

"Ini berarti pengelolaan terhadap Daerah Aliran Sungai dan Lingkungan Hidup, harus lebih terencana secara matang," ucap Ferry.

Sementara itu, hasil pantauan Suara Karya sampai Rabu siang ini, hujan lebat masih melanda berbagai wilayah di Jateng termasuk Kota Semarang.

Hal itu semakin memperparah banjir di kawasan pantai utara (Pantura) Jateng. Seperti Brebes, Tegal, Pekalongan, Pemalang, Batang, Kendal, Kota Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati hingga Rembang. Sedang daerah yang terpapar longsor antara lain Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, serta sebagian wilayah di Kota Semarang.

Atas peristiwa tersebut, Pemkot Tegal sudah mulai mendistribusikan logistik untuk para pengungsi korban banjir yang melanda beberapa Kelurahan di kecamatan Margadana.

Plt Wali Kota Tegal, M Nursholeh, saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Margadana, dan Posko I pengungsian Kantor Kecamatan Margadana mengatakan, pihaknya sudah mengecek langsung kebutuhan para pengungsi, begitu juga makanan untuk mereka.

Selanjutnya, kebutuhan itu akan selalu disiapkan Pemerintah Kota dengan membuat dapur umum. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal juga telah mengajukan status Keadaan tanggap darurat, dan akan segera ditandatanggani Plt Wali Kota.

Menurut Nursholeh, ini merupakan syarat dikeluarkannya bantuan dari BPBD untuk pengungsi banjir di Kecamatan Margadana. Ia menjelaskan, ada dua kelurahan yang paling parah dalam banjir di Kecamatan Margadana, yakni kelurahan Sumur Panggang dan Kelurahan kalinyamat Kulon.***

Editor : Silli Melanovi