logo

Disebut Tak Kooperatif, KPK Minta Persoalannya Jangan Dibebankan ke Novel

Disebut Tak Kooperatif, KPK Minta  Persoalannya Jangan Dibebankan ke Novel

Febri Diansyah. (ist)
13 Februari 2018 21:50 WIB

Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Komisi Pemberantasan Korupsi keberatan dengan pernyataan Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala yang menyebut penyidik senior Novel Baswedan tidak kooperatif.

"Kami keberatan sekali Novel Baswedan disebut tidak kooperatif, jangan kemudian korban dibebankan untuk membuktikan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (13/2/2018). 

Sebelumnya, Komisioner Ombudsman  Adrianus menyebut Novel Baswedan tidak kooperatif dengan pihak kepolisian sehingga keterangan yang didapat belum maksimal.

Febri menganggap pernyataan itu sebagai kesalahan mendasar ihwal proses investigasi sebuah tindak pidana.

Penyidik senior KPK ini, kata Febri, tidak mungkin mengetahui siapa yang melakukan aksi teror tersebut. Pelakunya menyiram air keras dan Novel mengalami luka cukup serius. 

“Jadi bagaimana mungkin bertanya pada orang yang menjadi korban penyiraman tersebut soal siapa yang menyiramnya dan lain-lain,” tutur Febri.

KPK, kata Febri, telah melakukan koordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya  terkait dengan kasus teror tersebut. 

Kasus penyiraman air keras kepada Novel tak kunjung rampung. Sejak peristiwa 11 April 2017, polisi belum juga dapat menentukan pelaku penyerangan itu. 

Jika pelaku penyerangan Novel tak ditemukan, Febri khawatir hal tersebut dapat berpengaruh pada perjuangan pemberantasan korupsi.

Novel disiram air keras setelah melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ikhsan,  Kelapa Gading, Jakarta Utara. Polda Metro sudah mengumumkan dua sketsa wajah  terduga pelaku pada 24 November 2017.