logo

Qualcomm Kembali Tolak Akuisisi Rp1.700 Triliun Dari Broadcom

Qualcomm Kembali Tolak Akuisisi Rp1.700 Triliun Dari Broadcom

Kantor Qualcomm. (ist)
13 Februari 2018 16:03 WIB

Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - SAN DIEGO: Perusahaan semikonduktor Qualcomm kembali menolak tawaran menggiurkan senilai 121 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.700 triliun dari Broadcom.

November 2017, Broadcom mengajukan penawaran akuisisinya senilai 103 miliar dolar AS, atau sekitar Rp1.400 triliun. Tawaran ini ditolak Qualcomm lantaran dinilai terlalu kecil.

Awal Februari lalu, Broadcom menaikkan tawaran senilai 121 miliar dolar AS. Tawaran itu pun masih dianggap tak sebanding dengan nilai perusahan sehingga Qualcomm tetap menolaknya.

 Jajaran direksi Qualcomm tak butuh waktu lama untuk menimbang tawaran Broadcom dan segera mengutarakan penolakan pada akhor pekan lalu.

“Dewan direksi sepakat memutuskan bahwa tawaran Anda yang direvisi masih berada di bawah nilai Qualcomm dan tak memenuhi komitmen regulasi yang diperlukan, mengingat risiko signifikan dari transaksi yang gagal,” tulis Chairman Qualcomm, Paul Jacobs dalam surat yang dialamatkan ke CEO Broadcom Hock Tan.

Tawaran akuisisi 121 miliar dolar AS dari Broadcom mencakup pembelian saham publik Qualcomm (outstanding shares) seharga 82 dolar AS per lembar, yang terdiri dari 60 dolar AS uang kas dan 22 dolar AS dalam bentuk saham Broadcom.

Dalam usaha akuisisi yang dilancarkan sebelumnya pada November 2017 lalu, Broadcom menawar saham Qualcomm seharga 70 dolar AS per lembar. Nilai total tawaran akuisisi Broadcom ketika itu sebesar 103 miliar dolar AS.

Setelah dinaikkan pun, Jabos menilai tawaran akuisisi Broadcom masih “inferior” dibandingkan prospek Qualcomm apabila tetap berjalan sebagai perusahaan independen.

Meski demikian, Jacobs mengatakan pihaknya tak menutup kemungkinan akuisisi. Dia menerangkan, dewan direksi Qualcomm masih terbuka untuk bertemu dengan pihak Braodcom untuk membicarakan “semua kemungkinan memaksimalkan nilai para pemegang saham”.

Di dunia teknologi,  Qualcomm dikenal sebagai perusahaan semikonduktor pencipta System-on-Chip (SoC) seri Snapdragon dan chip modem yang banyak dipakai di produk smartphone berbagai pabrikan. Qualcomm juga aktif mengembangkan teknologi komunikasi, termasuk jaringan seluler generasi ke-5 alias 5G yang bakal menjadi tumpuan masa depan.

Sementara, Broadcom juga merupakan perusahaan semikonduktor yang membuat chip dari berbagai jenis untuk dipakai di aneka produk, mulai dari komputer, datacenter, smartphone, hingga konsol game dan perangkat GPS. Baik Broadcom maupun Qualcomm sama-sama duduk di daftar 10 besar pabrikan semikonduktor dunia lansiran firma riset pasar Gartner. ***