logo

Kemenpar Gelar Rakor Pengembangan Destinasi Wisata Sumatra

Kemenpar Gelar Rakor Pengembangan Destinasi Wisata Sumatra

pengembangan destinasi wisata sumatera, rakor, kemenpar, menpar arief yahya
13 February 2018 14:11 WIB
Penulis : Suki Serocksia

SuaraKarya.id -JAKARTA: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Destinasi Wisata Sumatra. Rakor digelar di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenpar, Jakarta pada Senin (12/2/2018).

Seluruh tim percepatan hadir dalam rakor itu. Mulai dari Tim Percepatan Pengembangan Homestay, Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja, dan Tim Percepatan Pengembangan Wisata Halal.

Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wilayah Barat, Lokot A Enda Siregar mengatakan, Sumatra memiliki potensi pengembangan homestay. Lokot menambahkan, pihaknya akan memberikan dukungan untuk pengembangan homestay di Sumatera.

"Nanti akan dilakukan mapping homestay dan DSRA pengembangan homestay di area Sumatra. Selain itu, akan dilakukan identifikasi pembangunan juga," ujar Lokot.

Sedangkan Penyusunan Desain, Strategi dan Rencana Aksi (DSRA) wisata kuliner dan belanja yang akan difasilitasi antara lain daerah Batam, Bukit Tinggi dan Palembang. Setelah itu, akan dilakukan FGD hasil survei dan pemetaan potensi kuliner belanja di tiga area tersebut

Tim Percepatan Pengembangan Wisata Halal Kemenpar juga sudah mulai melakukan penyusunan DSRA wisata halal untuk wilayah Sumatra. Beberapa ilayah yang disasar yaitu Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau (Kepri).

"Penyusunan draft DSRA Pengembangan wisata halal di Aceh, Sumatra Barat, Riau dan Kepri akan dilakukan pada  Maret mendatang. Finalisasi draft DSRA akan dilakukan dua bulan kemudian dan langsung dilakukan konsinyering DSRA," kata Lokot menambahkan.

Menurut Lokot, format DSRA pengembangan pariwisata wilayah Sumatera itu meliputi analisis situasi yaitu pendekatan perencanaan (DPN, KPPN, KSPN), profil destinasi pariwisata, dan pemetaan daya tarik wisata. Kemudian menganalisa gambaran umum wisatawan mancanegara dan Nusantara. Lalu pemetaan produk dan pasar pariwisata serta kunjungan wisman 2015-2017.

"Kemudian ada formulasi strategi. Dengan menghitung target potensial destinasi pariwisata sampai 2019. Kemudian ada strategi pengembangan pariwisata, pengembangan produk pariwisata, pengembangan customer management dan marketing management," ujar Lokot melanjutkan.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, kesuksesan pengembangan pariwisata akan sulit tercapai bila tidak ada dukungan dari kepala daerah yaitu gubernur, bupati dan wali kota terkait.

"Jika kepala daerah tahu bagaimana mengalokasikan sumber daya, pariwisata akan maju. Bahkan akan menjadi unggulan untuk mensejahterakan rakyat," kata Arief.

Editor : B Sadono Priyo