logo

Forex untuk Disabilitas dan Sosial

Forex untuk Disabilitas dan Sosial

Forex singkatan dari Foreign Exchange yaitu perdagangan mata uang asing, merupakan semata untuk keperluan bisnis mencari selisih nilai mata uang asing tersebut di pasar internasional.

Oleh: Haryono Suyono

Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial atau DNIKS, yang kini dipimpin oleh Bapak Tantyo Adji Sudharmono, menggantikan Prof Dr Haryono Suyono yang bertindak sebagai sesepuhnya, menggulirkan program baru untuk kaum disabilitas, lansia dan peminat yang diundang untuk peduli terhadap kesejahteraan sosial. Forex singkatan dari Foreign Exchange yaitu perdagangan mata uang asing, merupakan usaha murni berdagang secara digital mata uang asing oleh para pedagang mata uang asing, semata untuk keperluan bisnis mencari selisih nilai mata uang asing tersebut di pasar internasional. Namun modal kegiatan forex yang dikembangkan ini adalah usaha bisnis yang dilandasi niat untuk berbagi kepada sesama, utamanya saudara kita disabilitas, miskin atau perlu bantuan pemberdayaan menjadi keluarga sejahtera.

Sejak pak Tantyo memimpin DNIKS, kegiatan Forex, suatu kegiatan perdagangan valuta asing di pasar bursa internasional, suatu kegiatan yang sesungguhnya merupakan kegiatan bisnis modern dengan pasar modern melalui sistem digital, mulai diperkenalkan kepada saudara kita penyandang disabilitas.

Penekanaan ini penting karena pak Tantyo dibantu ibu Niken Indra Dhamayanti yang memiliki pengalaman “bermain” Forex lebih dari 20 tahun dan mengetahi lika-liku kegiatan ini dengan baik. Bahkan Ibu Niken berhasil menciptakan “Robot” yang bisa menolong secara otomatis untuk mengambil keputusan kapan waktu yang cocok membeli valuta asing dan kapan pula melepas “menjual” valuta asing yang telah dibeli agar mendapat untung atau minimal tidak rugi. Dengan pertolongan Robot itu pemain forex tidak harus selalu berada dimuka komputer, atau sekarang cukup memakai Handphone-nya untuk mengamati pergerakan pasar dan naik turunnya harga valuta asing yang menjadi perhatiannya.

Robot akan secara otomatis mengamati pasar dan atas nama pemilik, robot akan melakukan keputuasan kapan membeli dan kapan pula melepaskan valuta asingnya dengan aman menjualnya. Suatu proses yang dalam keadaan normal, yaitu prediksi yang diambil oleh pembuat robot, dapat dipertanggung jawabkan. Tentu saja Robot akan salah kalau estimasi yang dikembangkan oleh penciptanya menyimpang sama sekali.

Perdagangan valuta asing atau Forex intinya adalah membeli valuta asing tertentu dengan mata uang tertentu pula dalam perdagangan valuta asing itu di pasar internasional. Para pemain forex di tempat masing-masing, bisa sangat jauh di pedesaan atau di pegunungan, tanpa harus ke pasar internasional di New York atau di London, atau di Jakarta atau di Kuala Lumpur atau Singapura, dapat membeli valuta asing di pasar-pasar itu melalui sistem digital, yang dewasa ini tidak perlu harus menghadap ke kantor atau Bank dan duduk manis dimuka komputer canggih, tetapi cukup dengan mengamati Handphone canggih yang dilengkapi sistem serta dihubungkan secara internasional melalui internet. Suatu kemajuan teknologi yang luar biasa yang tidak terbayangkan beberapa tahun yang lalu dimanapun.

Pemain Forex dengan cermat bisa mengikuti gerakan naik turunnya nilai mata uang yang akan dibelinya sambil santai minum kopi atau makan makanan kecil kesukaannya. Gerakan pasar mata uang itu “live”, artinya bukan rekaman atau apa yang terjadi kemarin atau satu minggu sebelumnya, tetapi yang sedang terjadi pada pasar mata uang internasional di berbagai negara yang sangat jauh dari tempat kita mengamati perdagangan mata uang tersebut. Melalui HP yang ada di tangan kita, sewaktu-waktu kita bisa masuk pasar untuk ikut membeli mata uang tertentu pada posisi harga yang sedang berlaku. Dengan klik yang sederhana kita sudah berada pada catatan global sebagai pemilik mata uang yang dibeli dan mata uang itu bisa disimpan selama kita mau menyimpannya tanpa diganggu atau ditegur oleh siapapun juga. Kalau kita rasa atau kita yakini bahwa pada pasar terjadi gejolak harga yang menguntungkan, maka mata uang yang kita simpan bisa dijual tanpa kita harus berteriak “kita mau jual ini”, tetapi langsung saja kita jual dengan harga yang sedang berlaku. Kalau antara waktu membeli dan menjual ada selisih harga, maka selisih harga itu dianggap sebagai keuntungan dan otomatis keuntungan itu akan dimasukkan dalam rekening bank yang telah kita tunjuk sebelumnya, sama dengan bank yang membayar pada waktu kita membelinya. Suatu mekanisme yang otomatis tanpa harus kita melapor atau datang ke kantor bank yang bersangkutan.

Begitu juga kalau ternyata harga jual lebih rendah dari harga beli, maka kerugian itu akan diambil dari simpanan di Bank tanpa harus lapor dulu kepada kita sebagai pemiliknya. Pedagang Forex yang berpengalaman hampir tidak pernah rugi karena mengetaui dengan cermat kapan membeli mata uang dan kapan pula menjualnya. Tetapi pedagang mata uang yang baru, biasanya nafsu kalau ada gejala menguntungkan segera membeli padahal belum waktunya membeli sehingga sukar dijual karena membelinya pada harga yang tinggi dan pasar tidak pernah mencapai harga yang lebih baik. Akhirnya pemain itu rugi dan simpanannya bisa tergerus karena kerugian tersebut. Atau ada kalanya harus membeli, tetapi merasa waktunya belum pas dan menunda.

Penundaan itu bisa merugikan karena ternyata keadaan pasar berubah makin tidak menguntungkan secara drastis. Perubahan pasar secara drastis itu bisa disebabkan karena alasan politik atau perang atau karena alasan lain yang tidak terduga. Alasan klasik biasanya karena suatu negara mengalami kegoncangan dalam bidang ekonomi melemah. Kalau keadaan ekonomi suatu negara membaik biasanya nilai mata uangnya menguat, tetapi kalau keadaan ekonomi suatu negara memburuk maka mata uangnya akan mengalami penurunan. Perubahan politik yang mendadak atau perang biasanya ikut mempengaruhi pasar uang secara global sehingga kita perlu hati-hati mengikuti segala perubahan yang ada. Kecermatan kita mengikuti perubahan menjadikan pemain Forex seorang pengamat ekonomi yang sangat baik.

Dalam hal program yang disponsori oleh DNIKS, apabila ada untungnya maka sebagian untung itu akan dan harus disumbangkan untuk keperluan pemberdayaan, atau kegiatan sosial kemanusiaan yang disponsori oleh DNIKS atau Organisasi Sosial yang bernaung di dalamnya. Suatu usaha sosial yang sangat luhur dan semoga barokah.

(Prof. Dr. Haryono Suyono, Mantan Menko Kesra dan Taskin)

Budi Seno P Santo
Wartawan Suara Karya sejak tahun 2005. Pernah meraih penghargaan jurnalistik M Husni Thamrin Award tahun 2008
Editor : Gungde Ariwangsa SH