logo

Virginia Adakan Upacara Pemakaman Bagi Korban Kekerasan Rasisme

Virginia Adakan Upacara Pemakaman Bagi Korban Kekerasan Rasisme

Simpatisan Ku Klux Klan. (foto: Istimewa)
Nasionalis kulit putih menyebut demonstrasi Sabtu  memprotes rencana untuk memindahkan patung Jenderal Robert E. Lee, komandan pasukan konfederasi pro-perbudakan pada perang saudara AS.
17 August 2017 06:20 WIB

VIRGINIA (Suara Karya): Wanita 32 tahun yang tewas saat seorang nasionalis kulit putih yang dicurigai menabrakkan mobilnya ke kerumunan demonstran anti-rasisme di Charlottesville akan dikenang pada Rabu (16/8) waktu setempat di sebuah upacara peringatan di wilayah selatan Amerika Serikat.

Heather Heyer tewas setelah terjadi bentrokan selama berjam-jam pada Sabtu lalu antara nasionalis kulit putih yang menghadiri pertemuan "Unite the Right" dengan para demonstran yang berlawanan.

Dampak dari insiden tersebut telah menjadi tantangan domestik terbesar yang dihadapi Presiden Donald Trump, yang diserang dari seluruh spektrum politik mengenai tanggapan awalnya yang menyalahkan "banyak pihak" atas kerusuhan tersebut.

Pada Senin, presiden Partai Republik tersebut tunduk pada tekanan politik dan mengecam neo-Nazi dan Ku Klux Klan, namun pada Selasa dia menambah ketegangan lagi dengan mengatakan kalangan demonstran yang lain juga harus disalahkan.

Pendeta dari Gereja Baptis Afrika Pertama Gunung Zion di Charlottesville Alvin Edwards dijadwalkan menghadiri peringatan bagi Heyer di Teater Paramount bersejarah, yang dibuka pada tahun 1931 dan terletak di dekat lokasi Heyer tewas di tempat.

Orang tuanya, Susan Diane Bro dan Mark Heyer, meminta orang-orang yang menghadiri ibadah pada pukul 11.00 waktu setempat untuk mengenakan pakaian ungu, warna kesukaannya.

Penduduk kota Virginia yang biasanya pendiam dan liberal itu terkejut dengan kekerasan akhir pekan yang mereka katakan disebabkan oleh orang luar.

Pada pertemuan masyarakat Senin malam, Edwards meminta warga untuk terus bekerja membuat Charlottesville menjadi tempat yang tidak terlalu menarik bagi supremasi kulit putih untuk melakukan demonstrasi.

"Salah satu hal yang saya ingin memastikan bahwa kita lakukan sebagai sebuah komunitas dan sebagai kota adalah kita harus berdiri dan menunjukkan kekuatan yang kita miliki di komunitas kita," ujar Edwards, sambil menambahkan bahwa ia tertegun menghadapi simpatisan Ku Klux Klan yang bergerak lebih dari setengah abad setelah puncak gerakan hak-hak sipil.

Nasionalis kulit putih menyebut demonstrasi Sabtu untuk memprotes rencana untuk memindahkan patung Jenderal Robert E. Lee, komandan pasukan konfederasi pro-perbudakan pada perang saudara AS tersebut, demikian laporan Antara dari Reuters. ***

Dwi Putro Agus Asianto -
Karir di Harian Umum Suara Karya sejak 1992. Email:dwiputro2014@gmail.com
Editor :