logo

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Memberi Kelanjutan Penghasilan

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Memberi Kelanjutan Penghasilan

Seluruh pekerja di Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Artinya sudah memiliki perlindungan finansial.
15 August 2017 20:29 WIB

JAKARTA (Suara Karya): Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka akan terus menerus memberi kelanjutan penghasilan bagi peserta dan keluarganya. Demikian dikemukakan Direktur Perluasan Kepesertaan & HAL BPJS Ketenagakerjaan E Ilyas Lubis dalam sambutannya pada acara Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan; Menjadi Sahabat Warga Menuju Desa Sejahtera, di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (15/8).

Dijelaskan lebih lanjut, kalau seorang peserta mengalami kecelakaan kerja, maka akan memperoleh santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Untuk pekerja yang meninggal dunia, ahli warisnya akan memperoleh manfaat 48 kali gaji. Sedangkan, lanjut dia, bagi pekerja peserta yang mengalami cacat permanen akam memperoleh santunan 56 kali gaji.

"Ini artinya penghasilan peserta kan rerus berlanjut, kendati mengalami musibah," tuturnya. Tidak hanya itu, peserta juga bisa mendapatkan manfaat lain. Seperti memberi pelatihan keterampilan secara cuma-cuma, untuk peserta yang mengalami kecacatan.

Sementara, untuk peserta yang meninggal dunia, ada manfaat lain yang bisa diperoleh. "Yakni anak si peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapat bea siswa hingga lulus kuliah," jelasnya.

Dia menerangkan, BPJS Ketenagakerjaan menggelar kegiatan ini dalam rangkaian Launching program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Rangkaian kegiatan launching Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini, sebelumnya telah dilaksanakan di Aceh pada 10 Agustus lalu dan akan diakhiri di Raja Ampat, Sorong.

Program Desa Sadar Jaminan Sosial sendiri merupakan inovasi dari BPJS Ketenagakerjaan, untuk bekerja sama dengan aparat desa dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja di desa. Agar lebih memahami manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan. 

Program desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan, ungkapnya, dilaksanakan karena dari 150 juta pekerja di Indonesia, sebagian ada di desa. Program ini lebih difokuskan pada sektor pedesaan dikarenakan sekitar 60 persen warga Indonesia secara administratif merupakan penduduk desa.

Dengan demikian, ujarnya, risiko kecelakaaan kerja warga Iebih tinggi dari pada di sektor industri. Hal ini, tambahnya, sejalan dengan NawaCita Presiden Jokowi poin 3, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara dan Kesatuan, serta poin 5 meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program "Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera" dalam mendorong land reform serta Jaminan Sosial untuk seluruh rakyat di tahun 2019.

Di bagian lain, Bupati Karanganyar Juliyatmono, menyambut baik dan mendukung penuh implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayahnya. Menurutnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sangat penting, karena menganut prinsip gotong royong.

Sementara itu, Kepala Desa Buran Marsies Yayuk Sri Rahayu menyatakan bangga bahwa desanya termasuk dalam 276 desa yang dicanangkan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial di Indonesia. Desa Buran ini merupakan desa yang terletak di Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar dan dikenal sebagai desa industri di Kabupaten Karanganyar.

Pada kesempatan itu diberikan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada dua ahli waris dan satu tenaga kerja. Manfaat tersebut diterima oleh ahli waris Bapak Suparno yang meninggal dunia karena kecelakaan di tempat Kerja dan berhak atas santunan kecelakaan kerja.

Kedua, ahli waris dari Ibu Supanti yang meninggal karena sakit dan berhak atas santunan kematian. Dan yang terakhir adalah tenaga kerja yang menerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja Return To Work atas nama Sartini dan berhak atas biaya dan santunan kecelakaan kerja.

Budi Seno P Santo
Wartawan Suara Karya sejak tahun 2005. Pernah meraih penghargaan jurnalistik M Husni Thamrin Award tahun 2008
Editor : Dimas Anugerah Wicaksono