logo

Napi Kendalikan Pengiriman 1,2 Juta Pil Ekstasi dari Belanda, Keterlibatan Orang Dalam Ditelusuri

Napi Kendalikan Pengiriman 1,2 Juta Pil Ekstasi dari Belanda, Keterlibatan  Orang Dalam Ditelusuri

Kualitas ekstasi dari Belanda dikenal bagus dan digemari golongan jet set di kota kota besar
01 Agustus 2017 17:25 WIB

Penulis : B Sadono Priyo

JAKARTA (Suara Karya): Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian  menyatakan pengungkapan 1,2 juta butir ekstasi dari Belanda, masih terus berkembang. Selain menembak mati salah satu pelaku, tim satgas juga akan membongkar  jutaan barang haram yang  dikendalikan oleh napi Nusakambangan. 

Pihaknya masih menelusuri kemungkinan keterlibatan orang dalam mengingat  barang haram ini dikendalikan olah narapidana di Nusakambangan dan sempat lolos dari pengawasan hingga tim Satgas Bareskrim dan Bea dan Cukai berhasil menggagalkan beredar lebih luas lagi di masyarakat.    

“Pengirimian  ekstasi sekitar 1,2 juta butir ini dikendalikan dari dalam lapas Nusakambangan oleh napi bernama Aseng. Kita akan koordinasi dengan kemenkum HAM, kenapa bisa terjadi. Kemudian,  barang berbahaya impor itu diselundupkan  melalui jalur tikus, dan ada yang lolos  beredar ,” kata Tito Karnavian dalam jumpa pers yang dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Mabes Polri Selasa (1/8).

Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah  melakukan tindak tegas terhadap bandar narkoba. Siapapun pelakunya, apa lagi mencoba melawan petugas akan diberi tindakan tegas.

“Terhadap bandar narkoba, jangan coba-coba melawan petugas. Saya intruksikan ambil tindakan tegas dan terukur,” ujar Tito dalam yang juga  .

Jumlah tersangka ada tiga orang ,yang salah satunya Zulkarnaen, sudah tewas karena melawan petugas. Dua lainnya kini ditahan.

Tito mengatakan kasus ini terungkap setelah dua bulan penyelidikan. Awalnya tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai mendapat informasi bahwa ada paket narkoba yang akan masuk melalui jalur tikus di Pantai Utara.

Pada Jumat (21/7), tim gabungan membuntuti target yang tiba di Gudang Jalan Raya Kalibaru RT 01/01 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji Tangerang, Banten dan menangkap tersangka Liu Kit Tjung alias Acung (39 tahun)

"Gudang tersebut digeledah dan ditemukan dua boks besar berisi ekstasi," kata Tito.

Ia mengatakan dua boks itu berisi 120 plastik pil ekstasi jenis minion warna-warni dengan berat bruto 2,2 kilogram per bungkus atau setara dengan 1,2 juta butir.

Dari keterangan Acung, polisi memperoleh informasi bahwa sindikat ini dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Nusakambangan bernama Aseng.

"Rencananya narkoba tersebut akan didistribusikan ke diskotik-diskotik dan bandar-bandar narkoba," katanya.

Selanjutnya, pada Senin (24/7) tim gabungan menangkap tersangka Erwin Afianto (35 tahun) di parkiran kendaraan Flavour Bliss Alam Sutra, Tangerang, dan menyita 56 bungkus pil ekstasi.

Pada Kamis (27/7), petugas menangkap tersangka Muhammad Zulkarnaen (32 ) saat petugas melakukan transaksi penukaran 10 bungkus ekstasi yang diperkirakan berbobot 20,2 kilogram dan sabu-sabu seberat dua kilogram. Zulkarnaen ditangkap di parkiran motor Mall Citraland, Tangerang, Banten.

Namun saat petugas meminta Zulkarnaen menunjukkan lokasi penyimpanan ekstasi, Zulkarnaen malah melawan dan mencoba mengambil senjata petugas.

"Sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur yang menyebabkan tersangka meninggal dunia," katanya.

Polisi menjerat Acung dan Erwin menggunakan Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.

Menteri Keuangan mengapresiasi kerja sama yang baik antara Polri dengan Bea Cukai yang kerap membuahkan pengungkapan kasus narkoba kelas kakap.

"Saya senang tim bekerja dengan kompak di lapangan. Saya berterima kasih atas kerja sama yang luar biasa ini. Tentunya, kita juga berbenah jika ada oknum Bea Cukai terlibat, akan ditindak tegas,” kata Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan.