logo

Industri 4.0 Naikkan Efisiensi dan Pangkas15% Biaya Produksi

Industri 4.0 Naikkan Efisiensi dan Pangkas15% Biaya Produksi

Menpeein Airlangga Hartarto. (Foto: biro humS Kemenperin)
Industri nasional harus aktif melakukan inovasi teknologi guna mentransformasi dan mengimplementasikan sistem industri 4.0 dalam proses produksinya.
19 June 2017 23:21 WIB

JAKARTA (Suara Karya): Kemenperin mengklaim penerapan sistem industri 4.0 mampu menaikkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi sebesar 12-15 persen pada sektor industri manufaktur.

“Pengembangan R&D ke depan diarahkan pada upaya agar industri nasional aktif melakukan inovasi teknologi guna mentransformasikan dan mengimplementasikan sistem industri 4.0 dalam proses produksinya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat siaran pers di Jakarta, Senin (19/6).

Untuk itu, lanjutnya, industri perlu menerapkan kegiatan di bidang penelitian dan pengembangan yang mampu mengintegrasikan dunia online dan lini produksi dengan memanfaatkan internet sebagai penopang utamanya.

 Menurut Menperin, pihaknya telah menyiapkan 4 langkah strategis agar Indonesia mampu menghadapi era revolusi industri 4.0 tersebut.

Pertama, mendorong agar angkatan kerja di Indonesia terus belajar dan meningkatkan keterampilannya untuk memahami penggunaan teknologi internet of things atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri.

 “Guna mendukung upaya tersebut, kami juga menginisiasi pelaksanaan pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri,” ujarnya.

Pengembangan program ini sekaligus menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap pakai di dunia industri dengan target mencapai 1 juta orang pada 2019.

 Langkah kedua, yakni pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah (IKM) sehingga mampu menembus pasar ekspor melalui program e-smart IKM.

“Program e-smart IKM ini merupakan upaya juga memperluas pasar dalam rantai nilai dunia dan menghadapi era industri 4.0,” imbuhnya.

 Ketiga, lanjut Airlangga, pihaknya meminta kepada industri nasional dapat menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality.

Langkah selanjutnya, yang diperlukan adalah inovasi teknologi melalui pengembangan startup dengan memfasilitasi tempat inkubasi bisnis.

 Menurutnya, upaya inkubasi telah dilakukan Kemenperin dengan mendorong penciptaan wirausaha berbasis teknologi yang dihasilkan dari beberapa technopark yang dibangun di beberapa wilayah di Indonesia.

Beberapa di antaranya yakni di Bandung Techno Park, Denpasar TohpaTI Center di Denpasar Bali, Incubator Business Center Semarang, Makassar Techno Park - Rumah Software Indonesia, dan Pusat Desain Ponsel di Batam. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya bidang ekonomi dan bisnis. Email: [email protected] Hp 0822 1003 2420
Editor :