logo

PP Muhammadiyah Minta Presiden Dukung Lima Hari Sekolah

PP Muhammadiyah Minta Presiden Dukung Lima Hari Sekolah

PP Muhammadiyah dukung kebijakan lima hari sekolah
PP Muhammadiyah yakin kebijakan yang diambil Mendikbud tentang lima hari sekolah sudah melalui pertimbangan dan dasar yang matang.
20 June 2017 00:25 WIB

SOLO (Suara Karya): Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta presiden menguatkan kebijakan yang diambil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy terkait lima hari sekolah. Meskipun, presiden telah membatalkan kebijakan tersebut tapi PP Muhammadiyah tetap mendukung kebijakan Mendikbud terkait lima hari sekolah.

Hal ini dikatakan Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, kepada wartawan disela-sela buka bersama di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (19/6).

"Kami yakin, kebijakan yang diambil Mendikbud sudah melalui pertimbangan dan dasar yang matang. Jangan malah beranggapan jika lima hari sekolah nanti sabtu minggu tidak terkontrol," jelas Haedar.

Menurut Haedar, justru pada hari Sabtu dan Minggu menjadi peran keluarga membentuk karakter anak khususnya dalam ajaran spiritual keagamaan. Lebih lanjut, Haedar mengatakan Muhammadiyah yakin dengan kemampuan Mendikbud dalam kebijakan itu.

"Pak Muhadjir itu satu-satunya menteri yang berasal dari pendidikan keguruan.Sehingga mengetahui seluk beluk pendidikan," jelasnya lagi.

Muhammadiyah menilai kebijakan lima hari sekolah akan banyak memberikan manfaat bagi pendidikan sosial dan karakter anak. Menurutnya, sudah saatnya pendidikan di Indonesia mengutamakan karakter.

"Karena negara lain sudah bergerak lebih cepat. Kami berharap presiden tetap melaksanakan program lima hari sekolah delapan jam pendidikan, tentunya dengan sistem yang sempurna," katanya.

Haedar menegaskan sikap PP Muhammadiyah tersebut obyektif bukan karena semata-mata Mendikbud merupakan kader Muhammadiyah. Selama ini, Muhammadiyah sudah melaksanakan sekolah sistem full day dan dinilai berhasil.

Endang Kusumastuti
Editor : Dwi Putro Agus Asianto -