logo

Yohana: Laksanakan Mudik Ramah Perempuan dan Anak

Yohana: Laksanakan Mudik Ramah Perempuan dan Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise
Alangkah baiknya jika kita memakaikan tanda pengenal pada anak-anak agar mudah dicari ketika terlepas dari pengwasan kita. Pastikan ada nomor kontak orang tua di saku pakaian anak-anak. 
19 June 2017 21:01 WIB

JAKARTA (Suara Karya): Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, sebagian besar masyarakat melakukan perjalanan ke kampung halaman atau mudik, baik dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum. 

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan, khususnya bagi kaum perempuan dan anak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise di Jakarta, Senin (19/6), memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjalani mudik ramah perempuan dan anak. Selain, menggunakan kendaraan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak, Yohana juga mengimbau agar para orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap anak agar terhindar dari modus kejahatan dan penculikan.

Bagi para orang tua, ingat, modus kejahatan dan penculikan di tempat umum semakin banyak. Usahakan agar kita selalu menggandeng anak-anak agar tidak terlepas dari pengawasan. Ajari anak-anak agar berhati-hati dengan tawaran makanan, minuman, atau mainan dari orang yang tidak dikenal. 

Selain itu, alangkah baiknya jika kita memakaikan tanda pengenal pada anak-anak agar mudah dicari ketika terlepas dari pengwasan kita. Pastikan ada nomor kontak orang tua di saku pakaian anak-anak. 

"Saya juga menghimbau bagi para ibu atau kaum perempuan agar membawa kebutuhan khusus menyusui dan menstruasi selama di perjalanan," imbau Menteri Yohana terkait Mudik Ramah Perempuan dan Anak.

Menteri Yohana juga mengingatkan agar masyarakat membawa persiapan makanan, serta pakaian khusus anak-anak dan bayi untuk menjaga kenyamanan selama di perjalanan. 

Selain itu, Yohana juga mengimbau agar masyarakat membawa uang secukupnya sesuai kebutuhan dan jangan membawa atau menggunakan perhiasan secara berlebihan, apalagi bagi anak-anak. 

Hal tersebut perlu dilakukan agar kaum perempuan dan anak-anak jauh dari incaran kejahatan dan penculikan.

Terkait keamanan dan keselamatan selama perjalanan mudik, Yohana mengimbau agar masyarakat selektif dalam memilih kendaraan yang aman dan nyaman, dan bagi para orang tua yang masih memiliki anak bayi atau balita agar tidak menggunakan sepeda motor. 

"Mari kita gunakan kendaraan umum atau pribadi secara aman dan nyaman. Usahakan agar tidak membawa anak-anak yang masih bayi atau balita ketika menjalani mudik dalam perjalanan jauh menggunakan sepeda motor karena dikhawatirkan dapat melelahkan dan beresiko bagi kesehatan anak-anak kita," kata Yohana.

"Saya juga mengimbau agar para pengemudi jangan mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk. Usahakan beristirahat secara periodik, paling tidak setelah 4 jam mengemudi. Jika memerlukan pertolongan medis, gunakan posko-posko kesehatan yang telah disediakan oleh pemerintah di sepanjang jalur arus mudik," kata Menteri Yohana. ***

 

 

 

 

                                                          

                                                                                                                      

                                                                                                                          

                                                                      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dwi Putro Agus Asianto -
Karir di Harian Umum Suara Karya sejak 1992. Lulus Uji Kompetensi Wartawan sesuai dengan Peraturan Dewan Pers. Email:[email protected]
Editor : Dwi Putro Agus Asianto -
header-ad